Tuesday, June 30, 2020

Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai Sarana Komunikasi bagi Guru dan Siswa

Teknologi Informasi dan Komunikasi

sebagai Sarana Komunikasi bagi Guru dan Siswa

 

Junaidi

Universitas Ibrahimy Sukorejo Situbondo

Email: junaidi.elang@gmail.com

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.    Latar Belakang

Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Khususnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information and Communication Technologi.ICT) demikian pesat. Kemajuan ini tentu juga membawa pengaruh terhadap kehidupan kita, dan salah satunya berpengaruh dalam dunia pendidikan kita,sejalan dengan itu otonomi pendidikan dan globalisasi pendidikan yang menekankan pada persaingan dan kualitas. Keberhasilan pelaksanaan dan otonomi pendidikan yang hanya mungkin dicapai dengan pemanfaatan Teknologi informasi dan Komunikasi dalam proses pendidikan, Pembelajaran juga merupakan inti dari proses pendidikan, dan kualitas pendidikan jga menggambarkan kualitas pemebelajaran yang kita gunakan. Peningkatan kualitas pendidikan dapat dilakukan melalui peningkatan kualaitas pembelajaran, berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajara, Teknologi informasi dan Komunikasi (TIK) menawarkan berbagai kemungkinan ntuk meningkatkan kualitas pembelajara, TIK dapat dimanfaatkan untuk peningkatan dan pengembangan kemampuan professionalitas bagi penyelenggara Pendidikan baik itu guru ataupun dosen yang sebagai sumber belajar dalam proses pembelajaran,TIK juga sangat mempermudah serta membantu siswa dan guru dalam pembelajaran.

Dengan perkembangan teknologi komputer ini, maka metoda pendidikan juga berkembang, sehingga proses pengajaran berbantuan komputer ini maju terus menuju kesempurnaannya.

 

2.    Rumusan Masalah

Permasalahan di sini penulis akan membahas tentang:

a.         Konsep Komunikasi di Dunia Maya

b.        Manfaat Komunikasi Virtual

c.         Jenis-jenis Komunikasi di Dunia Maya

d.        Model Penggunaan TIK dalam Pendidikan

e.         Kemampuan yang Dituntut bagi Penyelenggaraan Pendidikan Berbasis TIK

f.         Pendekatan Intruksional yang Bisa Diterapkan untuk Melaksanakan Pendidikan Berbasis TIK

3.    Tujuan Materi

Makalah ini ditulis dengan tujuan dan harapan agar :

a.    Mengetahui tentang Konsep Komunikasi di Dunia Maya

b.    Mengetahui tentang Manfaat Komunikasi Virtual

c.    Mengetahui tentang Jenis-jenis Komunikasi di Dunia Maya

d.   Mengetahui tentang Model Penggunaan TIK dalam Pendidikan

e.    Mengetahui tentang Kemampuan yang Dituntut bagi Penyelenggaraan Pendidikan Berbasis TIK

f.     Mengetahui tentang Pendekatan Intruksional yang Bisa Diterapkan untuk Melaksanakan Pendidikan Berbasis TIK

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

1.    Konsep Komunikasi di Dunia Maya

Terdapat beragam pengertian tentang komunikasi yang dikemukakan oleh para ahli komunikasi. Namun,dari sekian pengertian yang ada bisa diambil saripati hakikat dari komunikasi itu sendiri. Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari pemberi pesan (komunikator) kepada penerima pesan (komunikan) sehingga terjadi kesamaan pengertian atas pesan. Dari pengertian ini bisa kita pahami bahwa pertama, dalam proses komunikasi selalu melibatkan dua pihak atau lebih,pemberi pesan dan penerima pesan. Kedua, adanya pesan yang disampaikan,pesan yang disampaikan,pesan itu sendiri bisa dalam beragam bentuk: kata, gambar, teks, simbol, dan sebagainya.

Dalam komunikasi di dunia maya media yang digunakan adalah komputer,baik hardware maupun software. Dunia maya atau dunia virtual itu sendiri,yang terjadi karena adanya teknologi internet (international networking / interconnected network). Dengan demikian, yang dimaksud dengan komunikasi di dunia maya adalah komunikasi yang dilakukann tidak dalam bentuk tatap muka langsung,akan tetapi interaksi mengirim dan menerima pesan atau informasi melalui pemanfaatan wahana jaringan internet.

 

2.    Manfaat Komunikasi Virtual

Sesuai dengan karakteristik dari dunia virtual sendiri,ada sejumlah manfaat atau keuntungan berkomunikasi yang dilakukan secara virtual,diantaranya yaitu:

a.       Cepat,komunikasi atau pertukaran informasi bisa dilakukan engan cepat.Meskipun komunikasi dlakukan dalam kondisi jarak yang jauh,tidak perlu menunggu waktu yang lama.

b.      Mudah,apabila sudah menguasai teknis operasional komputer dan fasilitas pendukung yang dibutuhkan,proses komunikasi bisa  dilakukan dengan mudah.

c.       Komunikasi virtual bisa dilakukan secara real time juga un real time.Secara real time maksudnya komunikasi dilakukan secara langsung,komunikator dan komunikan berinteraksi pada waktu yang sama,tanpa penundaan waktu untuk memberi respons atas pesan yang diterima(synchronus system).Sedangkan un real time yaitu kebalikan dari yang real time,ada penundaan waktu respons atas pesan-pesan yang disampaikann oleh para pihak yang berkomunikasi (ansychronus system).

d.      Bisa individual atau grup.Komunikasi virtual bisa dilakukan baik secara one to one,(satu orang dengan satu orang),maupun secara kelompok (group).

e.       Jumlah dan jenis pesan bisa besar dan beragam.Keuntungan atau kelebihan lainnya dari komunikasi virtual ini adalah jumlah pesan atau informasi yang disampaikan bisa banyak dan dalam berbagai bentuk pesan:teks,suara,dan gambar.Atau bahkan gabungan dari ketiga jenis pesan tersebut.

 

3.    Jenis-jenis Komunikasi di Dunia Maya

Ada banyak sekali jenis komunikasi di dunia maya yang bisa dilakukan. Diantaranya yaitu : komunikasi menggunakan atau memanfaatkan fasilitas E-mail, dan Facebook.

a.       Email

E-mail merupakan kependekan dari electronic mail,dalam bahasa indonesia artinya surat elektronik.Kata e-mai itu sendiri merujuk pada dua hal,pertama,e-mail merupakan suatu jenis program aplikasi atau fasilitas berbasis internet yang dirancang untuk mengirim dan menerima surat secara elektronik.Ada beberapa aplikasi e-mail antara lain Yahoo Mail,Gmail,Hotmail AOL,Sina,126,163,Daum dan sebagainya.Program ini digunakan untuk membaca,mengirim,dan menyimpan e-mail.

Kedua e-mail yaitu surat elektronik.Surat elektronik adalh surat yang dibuat,dikirim dan diterima tidak dalam bentuk fisik berupa kertas akan tetapi dalam bentuk data elektroniks yang dibuat,dikirim dan atau diterima dalam bentukdata yang diolah dan dikirim menggunakan program aplikasi e-mail dengan memanfaatkan peralatan elektronik komputer dan jaringan internet.

 

b.      Facebook

Facebook merupakan salah stu program aplikasi dunia maya jaringan sosial berbasis internet,disamping program lainnya.Pencetus dan pengembang program aplikasi ini adalah Mark Zuckerberg seorang mahasiswa Universitas Hanvard.Tjuan awal dari dikembangkannya facebook ini yaitu sebagai media untuk saling mengenal antar mahasiswa Harvard,saling mengenal jati diri sekampusnya dengan tanmpa harus bertatap muka langsung.

 

4.    Model Penggunaan TIK dalam Pendidikan

Pendidikan mempunyai dimensi yang luas,dalam tulisan ini pendidikan merujuk pada dimensi program dan strategi pembelajaran dalam rangka mengembangkan kemampuan pembelajar (siswa).

Terdapat beragam pandangan mengenai model pemanfaatan ICT (internet) dalam pendidikan, diantaranya yaitu sebagai berikut: Abdulhak (2005) mengklasifiksikan pemanfaatan ICT kedalam 3 jenis, yaitu: pertama, ICT sebagai media (alat bantu) pendidikan; kedua, ICT sebagai sumber; ketiga, ICT sebagai sistem pembelajaran.

Dari ketiga jenis pemanfaatan itu bisa dipilih sesuai kebutuhan.Tidak ada suatu keharusan tertentu model pemanfaatan mana yang harus diikuti.

 

 

5.    Kemampuan yang Dituntut bagi Penyelenggaraan Pendidikan Berbasis TIK

Semakin meluasnya kemungkinan penggunaan internet dalam pendidikan dan pelatihan menuntut pengelola pendidikan untuk mamp mengintegrasikan teknologi web ke dalam lingkungan belajar mulai dari fase desain ,pengembangan, penerapan, dan pemeliharaan. Setidaknya, ada tiga pihak yang dituntut kemampuannya agar WBT bisa terlaksana yaitu pihak lembaga, pengelola,dan guru/dosen.

a.    Pertama,tuntutan kelembagaan.

Menurut uraian Ellis,et al.(1999),secara kelembagaan,perusahaan yang berhasil menyelenggarakan WBT karena adanya kerja sama antar departemen yang ada di perusahaan tersebut.Pihak-pihak/departemen yang terkait dalam manajemen WBT di antaranya adalah:

1)   Departemen Teknologi Informasi.

2)   Departemen Sistem Informasi dan Manajemen Sistem Informasi.

3)   Departemen Pengembangan Produk.

4)   Departemen Sumber Daya Manusia.

5)   Departemen Pemasaran dan Komunikasi.

6)   Departemen Perekayasaan.

7)   Departemen Pendidikan,Pelatihan,dan Pengembangan Staf.

8)   Departemen lainnya yang memeerlukan/terkait

Dari uraian di atas,kita bisa mengambil suatu esensi bahwa jika suatu lembaga pendidikan,sekolah,ingin sukses menyelenggarakan pendidikan berbasis web maka harus ada kebijakan yang memihak,kerja sama,dan komitmen antarunit kerja yang mungkin akan terlibat.

 

b.   Kedua,tuntutan kemampuan pengelola

Sedangkan tuntutan atau persyaratan yang harus dipenuhi oleh seorang pengelola program WBT untuk mendorong sukses pengelolaan WBT. Alur kegiatan dari pengelolaan pendidikan dan pelatihan yang berbasis web meliputi langkah-langkah sebagai berikut:

1)      Identifikasi dan Analisis Kebuuhan akan WBT.

Idebtifikasi akibat potensial yang mungkin muncul dari penerapan WBT.

a)   Tentukan sisi baiknya

b)   Tentukan kekurangannya

2)      Merancang desain WBT (secara tim):

a)    Menentukan fokus/isi yang sesuai.

b)   Mengidentifikasi hambatan anggaran.

c)    Mengidentifikasi isu-isu keberadaan hardware dan software.

d)   Merancang desain dan petunjuk penggunanya.

e)    Mengidentifikasi karakteristik dan keuntungan/kebaikan yang diinginkan. 

3)      Mengembangkan website atau sistem pelatihan komersial yang customize:

a)    Mengembangkan isi

b)   Membuat desain visual

c)    Melakukan uji coba

4)      Implementasi pogram WBT:

Memasarkan program di lingkungan internal.

5)      Menilai program beserta isinya:

a)    Penilaian oleh pengguna

b)   Menilai validitas dan reliabilitas isi.

6)      Melakukan pemeliharaan site yang sedang berjalan:

a)    Memasukkan pembaruan teknologi

b)   Penjadwalan dan membuat evaluasi

 

c.    Ketiga,tuntutan kemampuan guru 

Untuk bisa menyelenggarakan pendidikan yang berbasis web guru harus memiliki:

a)      memiliki sikap positif terhadap Teknologi Informasi (TI) (positive attitudes to IT).

b)      memahami potensi pendidikan dalam TI (understanding the educational potential of IT ).

c)      mampu menggunakan TI dalam kurikulum secara efektif (ability to use IT effectively in curriculum).

d)     mampu mengelola penggunaan TI di dalam kelas (ability to manage IT use in the classroom).

e)      mampu menilai penggunaan TI (ability to evaluate IT use).

f)       mampu meyakinkan adanya perbedaan dan kemajuan (ability to ensure differentiation and progression).

g)      memiliki kemampuan teknis untuk menggunakan TI serta selalu memperbarui kemampuan yang telah dimiliki (technical capability to use an appropiate range of IT resource and up date these skills)

Sementara itu,the International Society for Technology in Education (ISTE) pada tahun 1999 merekomendasikan Foundation in Technology for All Teacher:Foundation Standard (Lowther et.al.2000:132).Dalam standar ini mengindikasikan bahwa para guru harus:

a.  memiliki pemahaman umum dan kemampuan teknologi.

b. mampu menggunakan teknologi untuk meningkatkan kemampuan dalam kehidupan profesional dan personal.

c.  harus bisa mengintegrasikan teknologi ke dalam kurikulum secara efektif.

 

Agar guru/dosen bisa memiliki kemampuan sesuai dengan standar di atas,LPTK penting untuk menyusun program pendidikan yang sesuai dengan tuntutanmFoundation Standar di atas.Dalam hal ini Abbey (2000:132) menegaskan,
       “Therefore,it is critical that today’s teacher education programs be modified to ensure that graduating students prosses the essential knowledge,skills,and understanding needed to effectievely use Web-based education in a setting that fosters growh and learning”.

 

6.    Pendekatan Intruksional yang Bisa Diterapkan untuk Melaksanakan Pendidikan Berbasis TIK

Menurut Lowther, et.al.,beberapa teori belajar yang perlu dipahami untuk dijadikan landasan bagi pelaksanaan pembelajaran berbasis TIK di LPTK di antaranya adalah,”constructivisme dari Bruner (1999),anchored instrution dari CTGV (1993),cognitive apprenticeship dari Brown et.al.(1993),dan multiple intelegences dari Gardner (1993).Teori-teori belajar tersebut diterapkan tidak secara sendiri-sendiri tapi harus diterapkan secara terintegrasi (multiple).

Sedangkan dalam hal pendekatan instruksional,Lowther,et.al. mengajukan beberapa metode pembelajaran untuk membentuk kemampuan calon guru dalam menggunakan pendidikan berbasis web dan teknologi lainnya di LPTK. yaitu: simulated K-12 technology classroom, modeling, observing / participating in technology setting, learning technology skill;and reflective practices.

Berikut ini tabel penjelasan yenyang pendekatan pembelajaran untuk mencapai kemampuan mahasiswa keguruan dalam melaksanakan pendidikan berbasis web beserta guidelines pelaksanaanya.

Masing-masing pendekatan memiliki kekuatan atau kecocokan untuk membentuk suatu jenis kemampuan tertentu,sehingga untuk membentuk kemampuan guru yang komprehensif, secara rasional menuntut penerapan pendekatan-pendekatan secara terintegrasi dan proporsional.Artinya pendekatan satu dengan yang lainnya harus saling melengkapi untuk membentuk kemampuan mengelola proses pendidikan berbasis web secara holistik.

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

1.    KESIMPULAN

Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).khususnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information and Communication Technologi.ICT) sangat penting fungsinya terutama bagi siswa dan guru dalam proses belajar dan pembelajaran.Karena di era sekarang ini Teknologi informasi dan komunikasilah yang digunakan sebagai alat komunikasi, dan juga untuk mempermudah komunikasi antara guru dan siswa, dalam proses pembelajaran.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Ayu Valentina. 2012. Teknologi Informasi dan Komunikasi Sebagai Sarana Komunikasi Bagi Guru dan Siswa. Bandar Lampung: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan  Universitas Lampung

 

No comments:

Post a Comment