Teknologi Informasi dan Komunikasi
sebagai Sarana Komunikasi bagi Guru dan Siswa
Junaidi
Universitas Ibrahimy Sukorejo Situbondo
Email: junaidi.elang@gmail.com
BAB I
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Khususnya Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information and Communication
Technologi.ICT) demikian pesat. Kemajuan
ini tentu juga membawa pengaruh terhadap kehidupan kita, dan salah satunya
berpengaruh dalam dunia pendidikan kita,sejalan dengan
itu otonomi pendidikan dan globalisasi pendidikan yang menekankan pada
persaingan dan kualitas. Keberhasilan pelaksanaan dan otonomi pendidikan yang
hanya mungkin dicapai dengan pemanfaatan Teknologi informasi dan Komunikasi
dalam proses pendidikan, Pembelajaran juga merupakan inti dari proses pendidikan,
dan kualitas pendidikan jga menggambarkan kualitas pemebelajaran yang kita
gunakan. Peningkatan kualitas pendidikan dapat dilakukan melalui peningkatan
kualaitas pembelajaran, berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan
kualitas pembelajara, Teknologi informasi dan Komunikasi (TIK)
menawarkan berbagai kemungkinan ntuk meningkatkan kualitas pembelajara, TIK
dapat dimanfaatkan untuk peningkatan dan pengembangan kemampuan
professionalitas bagi penyelenggara Pendidikan baik itu guru ataupun dosen yang
sebagai sumber belajar dalam proses pembelajaran,TIK juga sangat mempermudah
serta membantu siswa dan guru dalam pembelajaran.
Dengan perkembangan teknologi komputer ini, maka metoda pendidikan juga
berkembang, sehingga proses pengajaran berbantuan komputer ini maju terus
menuju kesempurnaannya.
2. Rumusan Masalah
Permasalahan di sini penulis akan
membahas tentang:
a.
Konsep Komunikasi di Dunia Maya
b.
Manfaat Komunikasi Virtual
c.
Jenis-jenis Komunikasi di Dunia Maya
d.
Model Penggunaan TIK dalam Pendidikan
e.
Kemampuan yang Dituntut bagi Penyelenggaraan Pendidikan Berbasis
TIK
f.
Pendekatan Intruksional yang Bisa Diterapkan untuk Melaksanakan Pendidikan Berbasis
TIK
3. Tujuan Materi
Makalah
ini ditulis dengan tujuan dan harapan agar :
a. Mengetahui tentang Konsep Komunikasi
di Dunia Maya
b. Mengetahui tentang Manfaat Komunikasi
Virtual
c. Mengetahui tentang Jenis-jenis Komunikasi
di Dunia Maya
d. Mengetahui tentang Model
Penggunaan TIK dalam Pendidikan
e. Mengetahui tentang Kemampuan
yang Dituntut bagi Penyelenggaraan Pendidikan Berbasis TIK
f. Mengetahui tentang Pendekatan Intruksional
yang Bisa Diterapkan untuk Melaksanakan Pendidikan Berbasis TIK
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Konsep Komunikasi di Dunia Maya
Terdapat beragam pengertian tentang komunikasi yang dikemukakan oleh para
ahli komunikasi. Namun,dari sekian pengertian yang ada bisa diambil saripati
hakikat dari komunikasi itu sendiri. Komunikasi adalah proses penyampaian pesan
dari pemberi pesan (komunikator) kepada penerima pesan (komunikan) sehingga
terjadi kesamaan pengertian atas pesan. Dari pengertian ini bisa kita pahami
bahwa pertama, dalam proses
komunikasi selalu melibatkan dua pihak atau lebih,pemberi pesan dan penerima
pesan. Kedua, adanya pesan yang
disampaikan,pesan yang disampaikan,pesan itu sendiri bisa dalam beragam bentuk:
kata, gambar, teks, simbol, dan sebagainya.
Dalam
komunikasi di dunia maya media yang digunakan adalah komputer,baik
hardware maupun software. Dunia maya atau dunia
virtual itu sendiri,yang terjadi karena adanya
teknologi internet (international networking / interconnected
network). Dengan demikian, yang
dimaksud dengan komunikasi di dunia maya adalah komunikasi yang dilakukann
tidak dalam bentuk tatap muka langsung,akan tetapi interaksi mengirim dan
menerima pesan atau informasi melalui pemanfaatan wahana jaringan internet.
2. Manfaat Komunikasi
Virtual
Sesuai
dengan karakteristik dari dunia virtual sendiri,ada
sejumlah manfaat atau keuntungan berkomunikasi yang dilakukan secara
virtual,diantaranya yaitu:
a.
Cepat,komunikasi atau pertukaran informasi bisa dilakukan engan
cepat.Meskipun komunikasi dlakukan dalam kondisi jarak yang jauh,tidak perlu
menunggu waktu yang lama.
b. Mudah,apabila sudah menguasai teknis operasional komputer dan
fasilitas pendukung yang dibutuhkan,proses komunikasi bisa dilakukan dengan mudah.
c. Komunikasi virtual
bisa dilakukan secara real time juga un real time.Secara real time maksudnya
komunikasi dilakukan secara langsung,komunikator dan
komunikan berinteraksi pada waktu yang sama,tanpa penundaan waktu untuk memberi
respons atas pesan yang diterima(synchronus system).Sedangkan un real time
yaitu kebalikan dari yang real time,ada penundaan waktu respons atas
pesan-pesan yang disampaikann oleh para pihak yang
berkomunikasi (ansychronus system).
d. Bisa individual atau
grup.Komunikasi virtual bisa dilakukan baik secara one to one,(satu
orang dengan satu orang),maupun secara kelompok (group).
e. Jumlah dan jenis pesan
bisa besar dan beragam.Keuntungan atau kelebihan lainnya dari komunikasi
virtual ini adalah jumlah pesan atau informasi yang disampaikan bisa banyak dan
dalam berbagai bentuk pesan:teks,suara,dan gambar.Atau
bahkan gabungan dari ketiga jenis pesan tersebut.
3. Jenis-jenis Komunikasi
di Dunia Maya
Ada banyak sekali jenis komunikasi di dunia maya yang bisa dilakukan. Diantaranya yaitu : komunikasi
menggunakan atau memanfaatkan fasilitas E-mail, dan Facebook.
a.
Email
E-mail merupakan kependekan dari electronic mail,dalam bahasa indonesia
artinya surat elektronik.Kata e-mai itu sendiri merujuk pada dua
hal,pertama,e-mail merupakan suatu jenis program aplikasi atau fasilitas
berbasis internet yang dirancang untuk mengirim dan menerima surat secara
elektronik.Ada beberapa aplikasi e-mail antara lain Yahoo Mail,Gmail,Hotmail
AOL,Sina,126,163,Daum dan sebagainya.Program ini digunakan untuk membaca,mengirim,dan
menyimpan e-mail.
Kedua e-mail yaitu surat elektronik.Surat elektronik adalh surat yang
dibuat,dikirim dan diterima tidak dalam bentuk fisik
berupa kertas akan tetapi dalam bentuk data elektroniks yang dibuat,dikirim dan
atau diterima dalam bentukdata yang diolah dan dikirim menggunakan program
aplikasi e-mail dengan memanfaatkan peralatan elektronik komputer dan jaringan
internet.
b.
Facebook
Facebook merupakan salah stu program aplikasi dunia maya jaringan sosial
berbasis internet,disamping program lainnya.Pencetus dan pengembang program
aplikasi ini adalah Mark Zuckerberg seorang mahasiswa Universitas Hanvard.Tjuan
awal dari dikembangkannya facebook ini yaitu sebagai media untuk saling
mengenal antar mahasiswa Harvard,saling mengenal jati diri sekampusnya dengan
tanmpa harus bertatap muka langsung.
4.
Model Penggunaan TIK dalam Pendidikan
Pendidikan mempunyai dimensi yang luas,dalam
tulisan ini pendidikan merujuk pada dimensi program dan strategi pembelajaran
dalam rangka mengembangkan kemampuan pembelajar (siswa).
Terdapat beragam pandangan mengenai model
pemanfaatan ICT (internet) dalam pendidikan, diantaranya yaitu sebagai berikut:
Abdulhak (2005) mengklasifiksikan pemanfaatan ICT kedalam 3 jenis, yaitu:
pertama, ICT sebagai media (alat bantu) pendidikan; kedua, ICT sebagai sumber;
ketiga, ICT sebagai sistem pembelajaran.
Dari ketiga jenis pemanfaatan itu bisa dipilih sesuai kebutuhan.Tidak ada
suatu keharusan tertentu model pemanfaatan mana yang harus diikuti.
5.
Kemampuan yang Dituntut bagi Penyelenggaraan Pendidikan Berbasis
TIK
Semakin meluasnya kemungkinan penggunaan internet dalam pendidikan dan
pelatihan menuntut pengelola pendidikan untuk mamp mengintegrasikan teknologi
web ke dalam lingkungan belajar mulai dari fase desain ,pengembangan,
penerapan, dan pemeliharaan. Setidaknya, ada tiga pihak yang dituntut
kemampuannya agar WBT bisa terlaksana yaitu pihak lembaga, pengelola,dan
guru/dosen.
a. Pertama,tuntutan kelembagaan.
Menurut uraian Ellis,et al.(1999),secara
kelembagaan,perusahaan yang berhasil menyelenggarakan WBT karena adanya kerja
sama antar departemen yang ada di perusahaan tersebut.Pihak-pihak/departemen
yang terkait dalam manajemen WBT di antaranya adalah:
1) Departemen Teknologi
Informasi.
2) Departemen Sistem
Informasi dan Manajemen Sistem Informasi.
3) Departemen
Pengembangan Produk.
4) Departemen Sumber Daya
Manusia.
5) Departemen Pemasaran
dan Komunikasi.
6) Departemen
Perekayasaan.
7) Departemen Pendidikan,Pelatihan,dan Pengembangan Staf.
8) Departemen lainnya
yang memeerlukan/terkait
Dari uraian di atas,kita bisa mengambil suatu
esensi bahwa jika suatu lembaga pendidikan,sekolah,ingin sukses
menyelenggarakan pendidikan berbasis web maka harus ada kebijakan yang
memihak,kerja sama,dan komitmen antarunit kerja yang mungkin akan terlibat.
b. Kedua,tuntutan kemampuan pengelola
Sedangkan tuntutan atau persyaratan yang harus dipenuhi oleh seorang
pengelola program WBT untuk mendorong sukses pengelolaan WBT. Alur kegiatan dari
pengelolaan pendidikan dan pelatihan yang berbasis web meliputi langkah-langkah
sebagai berikut:
1) Identifikasi dan
Analisis Kebuuhan akan WBT.
Idebtifikasi akibat potensial yang mungkin muncul dari penerapan WBT.
a) Tentukan sisi baiknya
b) Tentukan kekurangannya
2) Merancang desain WBT
(secara tim):
a)
Menentukan fokus/isi yang sesuai.
b)
Mengidentifikasi hambatan anggaran.
c)
Mengidentifikasi isu-isu keberadaan hardware dan software.
d)
Merancang desain dan petunjuk penggunanya.
e)
Mengidentifikasi karakteristik dan keuntungan/kebaikan yang
diinginkan.
3) Mengembangkan website
atau sistem pelatihan komersial yang customize:
a)
Mengembangkan isi
b)
Membuat desain visual
c)
Melakukan uji coba
4) Implementasi pogram
WBT:
Memasarkan program di lingkungan internal.
5) Menilai program
beserta isinya:
a)
Penilaian oleh pengguna
b)
Menilai validitas dan reliabilitas isi.
6) Melakukan pemeliharaan
site yang sedang berjalan:
a)
Memasukkan pembaruan teknologi
b)
Penjadwalan dan membuat evaluasi
c. Ketiga,tuntutan kemampuan guru
Untuk bisa menyelenggarakan pendidikan yang berbasis web guru harus
memiliki:
a)
memiliki sikap positif
terhadap Teknologi Informasi (TI) (positive attitudes to IT).
b)
memahami potensi pendidikan
dalam TI (understanding the educational potential of IT ).
c)
mampu menggunakan TI dalam
kurikulum secara efektif (ability to use IT effectively in curriculum).
d)
mampu mengelola penggunaan
TI di dalam kelas (ability to manage IT use in the classroom).
e)
mampu menilai penggunaan TI
(ability to evaluate IT use).
f)
mampu meyakinkan adanya
perbedaan dan kemajuan (ability to ensure differentiation and progression).
g) memiliki kemampuan
teknis untuk menggunakan TI serta selalu memperbarui kemampuan yang telah
dimiliki (technical capability to use an appropiate range of IT resource and up
date these skills)
Sementara itu,the International Society for
Technology in Education (ISTE) pada tahun 1999 merekomendasikan Foundation in
Technology for All Teacher:Foundation Standard (Lowther et.al.2000:132).Dalam
standar ini mengindikasikan bahwa para guru harus:
a.
memiliki pemahaman umum dan
kemampuan teknologi.
b.
mampu menggunakan teknologi
untuk meningkatkan kemampuan dalam kehidupan profesional dan personal.
c. harus bisa mengintegrasikan teknologi ke dalam kurikulum secara efektif.
Agar guru/dosen bisa
memiliki kemampuan sesuai dengan standar di atas,LPTK
penting untuk menyusun program pendidikan yang sesuai dengan
tuntutanmFoundation Standar di atas.Dalam hal ini Abbey (2000:132) menegaskan,
“Therefore,it is critical that today’s teacher
education programs be modified to ensure that graduating students prosses the
essential knowledge,skills,and understanding needed to effectievely use
Web-based education in a setting that fosters growh and learning”.
6.
Pendekatan Intruksional yang Bisa Diterapkan untuk Melaksanakan Pendidikan Berbasis
TIK
Menurut Lowther, et.al.,beberapa teori belajar yang perlu dipahami untuk
dijadikan landasan bagi pelaksanaan pembelajaran berbasis TIK di LPTK di
antaranya adalah,”constructivisme dari
Bruner (1999),anchored instrution dari
CTGV (1993),cognitive apprenticeship dari
Brown et.al.(1993),dan multiple
intelegences dari Gardner (1993).Teori-teori belajar tersebut diterapkan
tidak secara sendiri-sendiri tapi harus diterapkan secara terintegrasi (multiple).
Sedangkan dalam hal pendekatan instruksional,Lowther,et.al.
mengajukan beberapa metode pembelajaran untuk
membentuk kemampuan calon guru dalam menggunakan pendidikan berbasis web dan
teknologi lainnya di LPTK. yaitu: simulated K-12 technology classroom,
modeling, observing / participating in technology setting, learning technology skill;and reflective practices.
Berikut ini tabel penjelasan yenyang pendekatan pembelajaran untuk mencapai
kemampuan mahasiswa keguruan dalam melaksanakan pendidikan berbasis web beserta
guidelines pelaksanaanya.
Masing-masing pendekatan memiliki kekuatan atau kecocokan untuk membentuk suatu
jenis kemampuan tertentu,sehingga untuk membentuk kemampuan guru yang
komprehensif, secara rasional menuntut penerapan pendekatan-pendekatan secara
terintegrasi dan proporsional.Artinya pendekatan satu dengan yang lainnya harus
saling melengkapi untuk membentuk kemampuan mengelola proses pendidikan
berbasis web secara holistik.
BAB III
PENUTUP
1.
KESIMPULAN
Kemajuan
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).khususnya Teknologi Informasi dan
Komunikasi (Information and Communication Technologi.ICT) sangat penting
fungsinya terutama bagi siswa dan guru dalam proses belajar dan
pembelajaran.Karena di era sekarang ini Teknologi informasi dan komunikasilah
yang digunakan sebagai alat komunikasi, dan juga untuk mempermudah komunikasi
antara guru dan siswa, dalam proses pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Ayu Valentina. 2012. Teknologi Informasi dan Komunikasi Sebagai Sarana Komunikasi Bagi Guru
dan Siswa. Bandar Lampung: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas
Lampung
No comments:
Post a Comment