Pembelajaran Berbasis Web (E-Learning)
Junaidi
Universitas Ibrahimy Sukorejo Situbondo
Email: junaidi.elang@gmail.com
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Secara
terminologi, website adalah kumpulan dari halaman- halaman situs, yang
terangkum dalam sebuah domain atau subdomain, yang tempatnya
berada di dalam World Wide Web ( WWW ) di dalam
Internet.[1] Web
merupakan kumpulan-kumpulan dokumen yang banyak tersebar di beberapa komputer
server yang berada di seluruh penjuru dunia dan terhubung menjadi satu jaringan
melalui jaringan yang disebut internet. Hampir 80% layanan internet adalah
website.
Faktor utama yang yang membuat website begitu cepat
berkembang adalah karena penyebaran informasi melalui website sangat cepat dan
mencakup area yang luas (mendunia), tidak dibatasi oleh jarak dan waktu,
Disamping itu, saat ini juga lagi tren pembuatan website pribadi atau blog.
Perkembangan
yang sangat pesat telah membuat dunia baru yang kita sering sebut dengan dunia
maya. Melalui dunia maya kita dapat melakukan aktifitas apa saja layaknya
seperti dunia nyata yang kita hadapi sehari-hari. Misalnya jika kita hendak membeli
sesuatu, kita bisa mengakses website e- commerce kemudian melakukan
transaksi jual beli secara online dan barang yang kita beli akan
sampai di rumah kita.
Begitu
juga halnya, kalau ingin kuliah, kita tinggal mendaftar pada website-website
yang menyediakan jasa e-learning. Proses perkuliahannya dapat dilakukan
secara online walaupun dibatasi oleh jarak. Bahkan dengan adanya website
kita bisa memesan tiket pesawat, pesan makanan, transaksi isebut website.[2]
Seiring
dengan perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat, website juga
mengalami perkembangan yang sangat berarti.[3] Dalam
pengelompokan jenis website lebih diarahkan pada fungsi, sifat dan bahasa
pemograman yang digunakan.
2.
Rumusan Masalah
Permasalahan di sini penulis
akan membahas tentang:
a. Konsep Pembelajaran Berbasis Web
b. Fungsi dan Manfaat Pembelajaran Berbasis
c. Memilih Metode Pembelajaran Berbasis yang
Sesuai
d. Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Berbasis
e. Metode Blended Learning dalam Pembelajaran Berbasis
f. Prinsip-prinsip Pembelajaran Berbasis
g. Pemanfaatan
Internet dalam Pembelajaran
h. Internet sebagai Sumber Belajar
i. Jenis-jenis Pemanfaatan Internet
j. Interaksi Tatap Muka dan Virtual
k. Teknologi Pendukung E-Learning
l. Pengembangan
Model E-Learning
m. Kelebihan dan Kekurangan E-Learning
3.
Tujuan Materi
Makalah ini ditulis dengan tujuan dan harapan agar :
a.
Mengetahui tentang Konsep Pembelajaran Berbasis Web
b. Mengetahui tentang Fungsi dan Manfaat Pembelajaran Berbasis
c. Mengetahui tentang Memilih Metode Pembelajaran Berbasis yang Sesuai
d. Mengetahui tentang Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Berbasis
e. Mengetahui tentang Metode Blended Learning dalam Pembelajaran Berbasis
f. Mengetahui tentang Prinsip-prinsip Pembelajaran Berbasis
g. Mengetahui tentang Pemanfaatan Internet dalam Pembelajaran
h. Mengetahui tentang Internet sebagai Sumber Belajar
i. Mengetahui tentang Jenis-jenis Pemanfaatan Internet
j. Mengetahui tentang Interaksi Tatap Muka dan Virtual
k. Mengetahui tentang Teknologi Pendukung E-Learning
l. Mengetahui tentang Pengembangan Model E-Learning
m. Mengetahui tentang Kelebihan dan Kekurangan E-Learning
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Konsep Pembelajaran Berbasis Web
Pembelajaran
berbasis web merupakan suatu pembelajaran yang bisa diakses melalui jaringan
internet. Pembelajaran berbasis web yang popular dengan sebutan web-based
traning (WBT) atau kadang juga disebut web based education (WBE)
dapat didefinisikan sebagai aplikasi teknologi web dalam dunia pembelajaran
untuk sebuah proses pendidikan.[4]Secara
sederhana dapat dikatakan bahwa semua pembelajaran yang memanfaatkan teknologi
internet dan selama proses belajar dirasakan terjadi oleh yang mengikutinya
maka kegiatan itu dapat disebut sabagai pemeblajaran berbasis web.
Yang
ditawarkan dalam pembelajaran berbasis web adalah kecepatan dan tidak
terbatasnya pada ruang dan waktu untuk mengakses informasi. Kegiatan belajar
dapat dengan mudah dilakukan oleh peserta didik kapan saja dan dimana. Selama
komputer saling terhubung dengan jaringan internet akan memberikan kemudahan
bagi siapa saja untuk mendapatkan informasi.[5]
Cara
belajar melalui web syarat utama yang harus dipenuhi yaitu adanya akses dengan
sumber informasi melalui internet. Selanjutnya adanya informasi tentang dimana
letak sumber informasi yang ingin kita dapatkan. Ada beberapa sumber data yang
dapat diakses dengan bebas dan gratis, tanpa proses administrasi pengaksesan
yang rumit. Ada beberapa sumber informasi yang hanya diakses oleh pihak yang
memang telah diberi otorisasi pemilik sumber informasi.
Mewujudkan
pembelajaran berbasis web bukan sekedar meletakkan materi belajar pada web
kemudian diakses melalui komputer, web digunakan bukan hanya sebagai media alternative
pengganti kertas untuk menyimpan berbagai dokumen atau informasi. Web digunakan
untuk mendapatkan sisi unggul yang tidak dimiliki kertas maupun yang lain.
Pembelajaran
berbasis web itu unik tapi serius. Yang dimaksud serius disini adalah merancang
sampai dengan mengimplementasikan pembelajarn berbasis web tidak semudah yang
dibayangkan. Selain infrastruktur internet, Pembelajaran berbasis web
memerlukan sebuah model instruktur yang memang dirancang khusus untuk keperluan
pembelajaran. Model intruksional merupakan komponen vital yang menentukan
keefektifan proses belajar. Adapun model intruksional yang dirancang,
interaktivitas antara peserta didik, guru, pihak pendukung dan materi belajar
harus mendapatkan perhatian khusus. [6]
Monitoring
proses pembelajaran berbasis web lebih sulit dari pada diruang kelas.
Menyediakan bahan ajar online tidak cukup. Diperlukan sebuah desain instruksional
sebagai model belajar yang mengundang sejumlah (sama banyaknya dengan kegiatan
di ruang kelas) peserta didik untuk terlibat dalam berbagai kegiatan belajar.
Satu
hal yang perlu diingat bagaimana teknologi web ini dapat membantu proses
belajar. Untuk kepentingan ini materi belajar perlu dikemas berbeda dengan
penyampaian yang berbeda pula.
2.
Fungsi dan Manfaat Pembelajaran Berbasis
Kruse (dalam Rusman, 2009:117) dalam salah satu tulisannya yang berjudul “using the web for learning” yang dimuat
dalam dalam situs www.elearningguru.com
mengemukakan bahwa pembelajaran berbasis web sering kali memiliki manfaat
yang banyak bagi peserta didiknya. Bila dirancang dengan baik dan tepat, maka
pembelajaran berbasis web bisa menjadi pembelajaran yang menyenangkan, memiliki
unsur interaktivitas yang tinggi menyebabkan peserta didik mengingat lebih
banyak materi pelajaran serta mengurangi biaya-biaya operasional yang biasanya
dikeluarkan oleh peserta didik untuk mengikuti
pembelajaran (contohnya uang jajan/ biaya transportasi sekolah).
Dikarenakan
sifatnya yang maya/virtual, pembelajaran dianggap telah memberikan flexibilitas
terhadap kegiatan pengaksesan materi pembelajaran. Pengantar materi
pembelajaran tidak lagi tergantung pada medium fisik seperti buku pembelajaran
cetak atau CD-ROM. Materi pembelajaran kini terbentuk data digital yang bisa di
decode (diuraikan) melaui perangkat elektronik
seperti komputer, smartphone,
telepon seluler atau
piranti elektronik lainnya.[7]
3.
Memilih Metode Pembelajaran Berbasis yang Sesuai
Terdapat berbagai macam pembagian pembelajaran
berbasis web. Driscoll (Hutagalung,2009:26). Dalam bukunya, Web Based Training Creating e-learning
Experience, membagi pembelajaran berbasisi web menjadi empat jenis. Ada dua
langkah yang harus dilakukan untuk menentukan metode pembelajaran berbasis web
jenis apa yang cocok untuk diterapkan dalam suatu kondisi pembelajaran.
Langkah pertama adalah menentukan terlebih dahulu tipe pembelajaran yang akan disampaikan.
Analisis kebutuhan dilakukan pada langkah ini, untuk menentukan ranah mana yang
akan disentuh dalam oleh proses pembelajaran ini, apakah kognitif, psikomotor
atau afektif.dalam proses pembelajaran web ini mengelompokkan tujun
pembelajaran atau pelatihan sehingga pengembangan program dapat mengetahui
jenis kemampuan kognitif masing-masing membutuhkan penyampaian informasi,
latihan, dan penilaian yang berbeda.
Langkah kedua dari pemilihan proses pembelajaran , adalah memilih tipe pembelajaran
berbasis web yang paling penting tepat sesuai dengan tujuan yang hendak
dicapai. Untuk memilihi tipe pembelajaran berbasisi web mana yang paling tepat,
pertama tentukan ranah pembelajaran yang pling merepresentasikan tujuan yaitu,
kognitif, tentukan tingkat kemmpuan kognitif dan lihat, apakah termaksud
permasalahan belajar highly structured atau ill-structured.
Pada akhirnya review keempat jenis pembelajaran
berbasis web tersebut dan pilih berdasarkan ranah pembelajaranan tujuan dari
pembelajaran dan tujuan dari pembelajaran yang akan disamapaikan.
4. Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Berbasis
Sebagai media pembelajaran
pada umunya, pembelajaran berbasis web juga memiliki berbagai kelebihan dan
kekurangan:[8]
- Kelebihan
Pembelajaran Berbasis Web
1)
Memungkinkan setiap orang dimanapun, kapanpun, untuk mempelajari
apapun.
2)
Pebelajar dapat belajar sesuai dengan karakteristik dan
langkahnya dirinya sendiri karena pembelajaran berbasis web membuat
pembelajaran menjadi bersifat individual.
3)
Kemampuan untuk membuat tautan (link), sehingga pebelajar dapat
mengakses informasi dari berbagai sumber, baik di dalam maupun luar lingkungan
belajar.
4)
Sangat potensial sebagai sumber belajar bagi pebelajar yang
tidak memiliki cukup waktu untuk belajar.
5)
Dapat mendorong pebelajar untuk lebih aktif dan mandiri di dalam
belajar.
6)
Menyediakan sumber belajar tambahan yang dapat digunakan untuk
memperkaya materi pembelajaran.
7)
Menyediakan sumber belajar tambahan yang dapat digunakan untuk
mencari informasi yang mereka butuhkan .
8)
Isi dan materi pelajaran dapat di-update dengan mudah.
- Kekurangan
Pembelajaran Berbasis Web [9]
1)
Keberhasilan pembelajaran berbasis web bergantung pada
kemndirian dan motivasi pembelajar.
2)
Akses untuk mengikuti pembelajaran untuk dengan menggunakan web
seringkali menjadi masalah bagi pembelajar.
3)
Pebelajar dapat merasa bosan dan jenuh jika mereka tidak bisa
mengakses informasi, dikarenakan tidak terdapatnya peralatan yang memadai dan bandwidth
yang cukup.
4)
Dibutuhkan panduan bagi pebelajar untuk mencari informasi yang
elevan, karena informasi yang terdapat di dalam web sangat beragam.
5) Dengan menggunkan
pembelajaran berbasis web, pebelajar terkadang merasa terisolasi, terutama jika
terdapat keterbatasan dala fasilitas komunikasi.
5. Metode Blended Learning dalam Pembelajaran Berbasis
Blended Learning adalah
[10]proses
mempersatukan beragam metode belajar yang dapat dicapai dengan
menggabungkan sumber-sumber virtual dan fisik. Driscoll mendevinisikan: blended
learning mengintegrasikan atau menggabungkan program belajar dalam format
yang berbeda dalam mencapai tujuan umum. Blended learning merupakan
sebuah kombinasi dari berbagai pendekatan di dalam pembelajaran. Sehingga dapat
dinyatakan bahwa blended learning adalah metode belajar yang
menggabungkan dua atau lebih metode pendekatan dalam pembelajaran untuk
mencapai tujuan dari proses pembelajaran tersebut. Salah satu contohnya adalah
kombinasi penggunaan pembelajaran berbasis web dan penggunaan metode tatap muka
yang dilakukan secara bersamaan didalam pembelajaran. Istilah blended
learning juga dikenal dengan sebutan hybrid learning dan mixed
leraning.
Pada
umumnya blended learning dikenal sebagai pengintegrasian program belajar
online dengan kelas konvensional, padahal sesungguhnya blended
learning lebih luas dari pada itu. Menurut Driscoll, blended learning juga
bisa berupa pengintegrasian materi dalam format yang berbeda. Misalnya suatu
program blended learning dimulai dengan penyampaian materi dalam format
yang berbeda. Misalnya suatu program blended learning dimulai dari
penyampaian materi prerequisite secara asynchronous, kemudian
penyampaian materi berikutnya dilakukan melalui kelas virtual. Driscoll
mereview hasil penelitian yang dilakukan Rosset, Douglis, dan Frazee, mereka
melihat bahwa semua dapat dipadukan dalam blended learning, apakah itu
kelas konvensional dengan e-learaning, dua jenis e-learning, atau
dua jenis atau pembelajaran off-line. Mereka menunujukkan bahwa program blended
learning mamadukan materi yang disampaikan dalam kelas tradisional kelas
virtual synchronous dan pembelajaran asynchronous.
Metode
blended learning memberi kesempatan bagi peserta pembelajaran online,
salah satunya, untuk bertatap muka. Metode blended learning yang
demikian banyak diterapkan utamanya ketika kompetensi yang hendak
dicapai adalah keterampilan (psikomotorik) tertentu. Metode ini juga memberikan
rasa keterikatan pebelajar akan apa yang sedang dipelajarinya. Walaupun online
learning memberikan kemudahan bagi para pebelajar untuk mengikuti
pembelajaran dimana saja dan kapan saja, pebelajar, sebagai manusia tetap
memiliki keinginan untuk berada dalam satu komunitas (dalam hal komunitas
belajar) yang sesungguhnya, dan hal ini dipandang penting dalam pembelajaran.
Selain itu, sosok pengajar walau tidak dominan seperti dalam paradigm mengajar
tetap diperlukan untuk pembinaan perilaku atau sikap yang berorientasi pada
norma masyarakat.
6. Prinsip-prinsip Pembelajaran Berbasis
Pembelajaran berbasis
web dibangun melalui beberapa prinsip yang berperan dalam menentukan
keberhasilan proses pembelajaran ini pada tahap implementasi. Hal ini membuat
pembelajaran berbasis web ini efektif pada dasarnya bergantung pada pandangan
dari pemegang kepentingan. Oleh karena itu sulit menentukan prinsip utama yang
setidaknya harus ada dalam pembelajaran berbasis web diantaranya:[11]
a.
Interaksi
Interaksi berarti kapasitas komunikasi dengan orang lain yang
tertarik pada topik yang sama atau menggunakan pembelajaran berbasis web yang
sama. Dalam lingkungan belajar, interaksi berarti kapasistas berbicara baik
antar peserta, maupun antara peserta dengan instruktur. Interaksi membedakan
antara pembelajaran berbasis web dengan pembelajaran berbasis komputer (Computer-Based
Instruction). Hal ini berarti bahwa mereka yang terlibat dalam pembelajaran
berbasis web tidak berkomunikasi dengan mesin, melainkan dengan orang lain
(baik peserta maupun tutor) yang kemungkinan tidak berada pada lokasi bahkan
waktu yang sama.
Interaksi tidak hanya menyediakan hubungan antar manusia, tetapi
menyediakan keterhubungan isi, dimana setiap orang dapat membantu antara satu dengan
yang lainnya untuk memahami isi materi dengan berkomunikasi. Hal tersebut
menciptakan lapisan belajar terdalam yang tidak bisa diciptakan oleh
pengembangan media.
b.
Ketergunaan
Ketergantungan yang dimaksud disini adalah bagaimana siswa mudah
menggunakan web. Terdapat dua element penting dalam prinsip ketergunaan ini,
yaitu konsistensi dan keserhanaan. Intinya adalah bagaimana perkembangan
pembelajaran berbasis web ini menciptakan lingkungan belajar yang konsisten dan
sederhana, sehingga siswa tidak mengalami kesulitan baik dalam proses
pembelajaran maupun navigasi konten (materi dan aktivitas belajar lain).
c.
Relevansi
Relevansi diperoleh
melalui ketepatan dan kemudahan. Setiap informasi dalam web hendaknya dibuat
sangat spesifik untuk meningkatkan pemahaman pebelajar dan menghindari bias.
Menempatkan konten yang relevan dalam konteks yang tepat pada waktu yang tepat
adalah bentuk seni tersendiri dan sedikit mengembangkan e-learning yang
berhasil melalukan kombinasi ini. Hal ini melibatkan aspek keefektifan desain
konten serta kedinamisan
pencarian dan penempatan
konten (materi).
Jadi prinsip utama dalam
pelaksanaan pembelajaran berbasis web adalah harus adanya interaksi atau
komunikasi antar peserta, maupun instruktur dalam lingkungan belajar yang
menggunakan pembelajaran berbasis web yang sama. Kemudian harus ada ketergunaan
yaitu bagaimana perkembangan pembelajaran berbasis web ini menciptakan
lingkungan belajar yang konsisten dan sederhana, sehingga siswa tidak mengalami
kesulitan baik dalam proses pembelajaran. Dan juga harus ada relevansi setiap
informasi yang spesifik untuk meningkatkan pemahaman pebelajar dan menghindari
bias.
Selain prinsip di atas,
pembelajaran berbasis web memerlukan kerja sama banyak orang dalam
merefleksikan banyak kemungkinan skenario desain. Dalam pengajaran ini
merupakan bagian penting dari tim pengembangan. Beberapa langkah yang harus
diperhatiakn oleh pengajar dalam hal ini, diantaranya:[12]
1)
Pengajar harus secara aktif terlibat dengan proses pendidikan
dan harus memahami kebutuhan dan harapan peserta didik.
2)
Pengajaran harus berkolaborasi dengan peserta didik untuk
mengumpulkan ide-ide mereka tentang apa yang seharusnya tercakup dalam
pelajaran atau kurikulum online.
3)
Pengajar harus sangat akrab dengan bidang-bidang utama persoalan
yang diajarkan agar relevan.
4)
Pengajaran harus mempunyai ide yang baik yang menjadi keunggulan
setiap pelajaran dalam keseluruhan perencanaan kurukulum, informasi dan
aktivitas keterampilan yang tercakup dalam struktur tertentu.
5)
Pengajaran juga akan memehami bagaimana pembelajaran yang layak
secara individual. Kapan suatu pelajaran itu perlu dikembangkan sebagai
perubahan keseluruhan kurikulum terhadap arah baru atau perluasan yang
mempertemukan tuntutan baru. Pengajar punya perasaan yang baik tentang
pengajaran individual yang mana perlu dikembangkan, dan dimana yang perlu
dimodivikasi dari seluruh kurikulum.
Peserta didik dalam
lingkungan akademik online harus dapat berfikir secara kritis, tidak
semata-mata mengingat informasi, melainkan juga dapat menerapkan pengetahuan
mereka pada situasi baru. Cara mendesain kurikulum dan mata pelajaran yang
harus merefleksikan kemajuan peserta didik melaui serangkaian kegiatan yang
cermat untuk menciptakan dan mengawasi pengalaman belajar.
Untuk mendidik yang
berhasil, peserta didik harus disiapkan pada kegiatan online. Membantu
peserta didik menggunakan teknologi penemuan dalam mata pelajaran online
dan sosialisasi peserta didik pada pekerjaan yang
lainnya
melaui internet dan
komponen penting bagi
keberhasilan.
Pembelajaran berbasis web
yang efektif meliputi kelas-kelas atau paling tidak modul-modul yang membantu
peserta didik yang menyesuaikan diri pada pendidikan yang memnafaatkan kemajuan
ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang elektronik.
Mata pelajaran online
dapat meningkatkan partisipasi semua peserta didik. Selama proses pembelajaran,
misalnya semua peserta didik didorong untuk berpartisipasi. Setiap orang
mempunyai kesempatan menjadi pendengar. Kegiatan ini akan dirasakan sulit jika belajar
di kelas saja.[13]
Keberhasilan sebuah proses
pembelajaran tergantung pada keefektifan peralatan teknis yang digunakannya
dalam menampilkan materi pembelajaran. Para peserta didik sering menilai proses
pembelajaran berhubungan dengan kesenangan dirinya dengan peralatan yang digunakannya
dan kemampuan pengajar membantu mereka untuk belajar lebih mudah.
7. Pemanfaatan
Internet dalam Pembelajaran
Internet,
singkatan dari interconection and
networking, adalah jaringan informasi global, yaitu “The largest global network of computers, that enables people
throughout the world to connect with each other¨. Internet diluncurkan
pertama kali oleh J.C.R. Licklider dari MIT (Massachusetts
Institute Technology) pada bulan Agustus 1962. Untuk dapat menggunakan
internet diperlukan sebuah komputer yang memadai, harddisk yang cukup, modem (berkecepatan minimal 14.400), sambungan
telepon (multifungsi: telepon, faksimile, dan internet), ada program Windows, dan sedikit banyak tahu cara mengoperasikannya.[14]
Pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran memiliki beberapa kelebihan sebagai
berikut :[15]
a.Dimungkinkan terjadinya distribusi
pendidikan ke semua penjuru tanah air dan kapasitas daya tampung yang tidak
terbatas karena tidak memerlukan ruang kelas.
b.
Proses
pembelajaran tidak terbatas oleh waktu seperti halnya tatap muka biasa.
c. Pembelajaran dapat
memilih topik atau bahan ajar yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masing-masing.
d.
Lama
waktu belajar juga tergantung pada kemampuan masing-masing siswa.
e.
Adanya
keakuratan dan kekinian materi pembelajaran.
f. Pembelajaran
dapat dilakukan secara interaktif, sehingga menarik siswa; dan memungkinkan
pihak berkepentingan (orang tua siswa maupun guru) dapat turut serta
menyukseskan proses pembelajaran, dengan cara mengecek tugas-tugas yang
dikerjakan siswa secara on- line.
8. Internet sebagai Sumber Belajar
Perananan
internet dalam organisasi sangat menguntungkan karena kemampuannya dalam
mengolah data dengan jumlah yang sangat besar. Teknologi informasi sudah mejadi
jaringan komputer terbesar di dunia, yang dapat berfungsi dengan baik jika
didukung oleh perangkat komputer dengan perangkat lunak yang baik, dan dengan
guru yang terlatih baik. Menggunakan internet dengan segala fasilitasnya akan
memberikan kemudahan untuk mengakses berbagai informasi untuk pendidikan yang
secara langsung dapat meningkatkan pengetahuan siswa bagi keberhasilannya dalam
belajar. Karena Internet merupakan sumber data utama dan pengetahuan. Melalui
teknologi ini kita dapat melakukan diantaranya untuk :[16]
a.
penelusuran dan pencarian bahan pustaka.
b. membangun Program Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) untuk
memodelkan sebuah rencana pembelajaran.
c.
memberi kemudahan
untuk mengakses apa yang disebut dengan virtual
clasroom ataupun virual university.
d.
pemasaran
dan promosi hasil karya penelitian
Kegunaan-kegunaan
seperti di atas itu dapat diperluas bergantung kepada peralatan komputer yang
dimiliki jaringan dan fasilitas telepon yang tersedia dan provider yang bertanggung jawab untuk tetap terpeliharanya
penggunaan jaringan komunikasi dan informasi tersebut. Dari waktu kewaktu jika
dilihat dari jumlah pemakaian yang makin meningkat secara eksponensial setiap
tahunnya memungkinkan fasilitas yang pada mulanya hanya dapat dinikmati
segelintir orang, dan sekelompok kecil sekolah terkemuka dengan biaya operasional
yang tinggi, kedepan besar kemungkinan biaya yang besar itu akan dapat ditekan
sehingga pemanfaatannya benar-benar dapat menjadi penunjang utama bagi
pengelolaan pendidikan khususnya bagi pendidikan di daerah.
9. Jenis Pemanfaatan Internet
a. Pembelajaran
berbasis web[17]
Pembelajaran
berbasis web yang populer dengan sebutan web-based
training (WBT) atau kadang disebut web-based
education (WBE) dapat didefinisikan sebagai aplikasi teknoloogi web dalam
dunia pembelajaran untuk sebuah proses pendidikan. Secara sederhana dapat
dikatakan bahwa semua pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi internet dan selama proses belajar
dirasakan terjadi oleh yang mengikutinya maka kegiatan itu dapat disebut
sebagai pembelajaran berbasis web.
Kemudian
yang ditawarkan oleh teknologi ini adalah kecepatan dan tidak terbatasnya pada
tempat dan waktu untuk mrngakses informasi. Kegiatan belajar dapat dengan mudah
dilakukan oleh peserta didik kapan saja dan di mana saja dirasakan aman oleh
peserta didik tersebut. Batas ruang, jarak dan waktu tidak lagi menjadi masalah
yang rumit untuk dipecahkan.
Bagaimana
cara belajar melalui web? Ada persyartan utama yang perlu dipenuh yaitu adanya
akses dengan sumber informasi melalui interet. Selanjutnya adanya informasi
tentang di mana letak sumber informasi
yang ingin kita dapatkan berada. Ada beberapa sumber data yang dapat diakses
dengan bebas dan gratis, tanpa proses adninistrasi pengaksesan yang rumit. Ada
beberapa sumber informasi yang hanya dapat diakses oleh pihak yang memang telah
diberi otorisasi pemilik sumber informasi.
Teknologi
internet memberikan kemudahan bagi siapa saja untuk mendapatkan informasi apa
saja dari mana saja dan kapan saja dengan mudah dan cepat. Informasi yang
tersedia diberbagai pusat data diberbagai komputer di dunia. Selama
komputer-komputer tersebut saling terhubung dalam jaringan internet, dapat kita
akses dari mana saja. Ini merupakan salah satu keuntungan belajar melalui internet.
Mewujudkan
pembelajaran berbasis web bukan sekedar meletakan materi belajar pada web untuk
kemudian diakses melalui komputer web digunakan bukan hanya sebagai media
alternatif pengganti kertas untuk menyimpan berbagai dokumentasi atau
informasi. Web digunakan untuk mendapatkan sisi unggul yang tadi telah
diungkap. Keunggulan yang tidak dimiliki media kertas ataupun media lain.
Pada
sub-bab judul sengaja dikatakan pembelajaran berbasis web itu unik tapi serius. Kata serius dipakai
untuk mengungkapkan bahwa merancang sampai dengan mengimplementasikan pembelajaran berbasis web tidak semudah yang dibayangkan. Selain
infrastruktur internet, pembelajaran berbasis web memerlukan sebuah model
instruksional yang memang dirancang khusus untuk keperluan itu. Sebuah model
instruksional merupakan komponen vital yang menentukan keefektifan proses
belajar. Apapun model instruksional yang dirancang, interaktivitas antara
peserta didik, guru, pihak pendukung dan materi belajar harus mendapatkan
perhatian khusuus. Ini bukan merupakan pekerjaan yang mudah.
Banyak
pihak mencoba menggunakan teknologi web untuk pembelajaran dengan meletakan
materi belajar secara online, lalu
menugaskan peserta didik untuk mendaptkan (dowenloading)
materi belajar itu sebagai tugas baca. Setelah itu mereka diminta untuk
mengumpulkan laporan, tugas dan lain sebagainya kembali ke guru juga melalui internet. Jika ini dilakukan tentunya
tidaklah menimbulkan proses belajar yang optimal.
Kita
dapat membayangkan suasana di ruang kelas ketika sebuah “proses belajar” sedang
berlangsung. Berapa banyak diantara peserta didik aktif terlibat dalam diskusi
dan sesi tanya-jawab? Apa yang mereka dilakukan di kelas? Dan tentunya masih
banyak lagi pertanyaan-peranyaan lain yang sebenarnya kita sudah mengetahui
jawabannya. Monitoring proses dalam pembelajaran berbasis web lebih sulit
daripada di ruang kelas. Menyediakan bahan belajar online tidak cukup.
Diperlukan sebuah desain instruksional sebagai model belajar yang mengundang
sejumlah (sama banyaknya dengan kegiatan di ruang kelas) peserta didik unuk
terlibat dalam berbagai kegiatan belajar.
Satu
hal yang perlu diingat adalah bagaimana teknologi web ini dapat membantu proses
belajar. Untuk kepentingan ini materi belajar perlu dikemas berbeda dengan
penyampaian yang berbeda pula.
10. Interaksi Tatap Muka dan Virtual
Ada tiga alas an mengap forum tatap muka masih
dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran ini. Alasan tersebut adalah :
a.
Perlunya forum untuk menjelaskan maksdu dan mekanisme
belajar yang akan dilalui bersama secara langsung dengan semua peserta didik.
Keberhasilan sebuah proses pembelajaran juga ditentukan oleh pemahaman peserta
didik tentang apa, mngapa, dan bagaimana proses belajar dan mengerjakan tugas
akan berlangsung. Berdasarkna pengalaman menjelaskan maksud dan mekanisme
belajar merupakan langkah awal yang sangat vital. Kelancaran proses belajar
selanjutnya sangat ditentukan pada tahapan ini.
b.
Perlunya memberikn pemahaman sekaligus pengalaman
belajar dengan mengerjakan tugas secara kelompok dan kolaboratif pada setia
peserta didik. Karena model pembelajaran yang dirancang menuntut kerja kelompok
maka peserta didik perlu memiliki kompetensi dan komunikasi. Iklim
partisipatoris dan aktif terlibat dalam berbagai kegiatan perlu dikenalkan sekaligus dialami oleh setiap siswa. Untuk itu
mengenal pribadi satu dengan yang lain perlu dilakukan secara langsung guna
membangun suatu kelompok yang kokoh selama kerja secara virtual selanjutnya.
c.
Perlunya pemberian pelatihan secukupnya dalam
menggunakan computer yang akan digunakan sebagai media komunikasi berbasis web
kepada setiap peserta didik. Dengan menyeratkan berbagai kegiatan computer
besrta fasilitas sistem komunikasi pendukungnya, maka setiap peserta didik
harus mempunyai keterampilan mengoperasikannya. Kekurang pahaman dalam
kemungkinana rendahnya partisipasi mereka dalam berbagai kegiatan diskusi
virtual selanjutnya.
11. Teknologi Pendukung E-Learning
Dalam prakteknya e-learning memerlukan bantuan
teknologi. Karena itu dikenal istilah: computer based learning (CBL) yaitu
pembelajaran yang sepenuhnya menggunakan computer; dan computer assisted
learning (CAL) yaitu pembelajaran yang menggunakan alat bantu utama computer.
Teknologi pembelajaran terus berkembang. Namun pada prinsipnya teknologi
tersebut dapat dikelompokkan menjadi uda, yaitu : teknologi based learning dan
teknologi based web-learning. Teknologi based learning ini pada prinsipny
terdiri dari Audio Information Technologies (radio, audio, tape, voice mail,
telephone) dan video information technologies 9video tape, video text, video
massaging). Sedangkan technology based web learning pada dasarnya adalah data
Information technologies (bulletin board, Internet, e-mai.
12. Pengembangan
Model E-Learning
Haughey (Rusman,2007) tentang pengembangan e-learning.
Menurutnya ada tiga kemungkinana dalam pengembangan sistem pembelajaran
berbasis internet, yaitu :
a. Web Course adalah penggunaan internet untuk keperluan
pendidikan, yang mana mahasiswa dan
dosen sepenuhnya terpisah dan tidak diperlukn adanya tatap muka. Seluruh bahan
ajar, diskusi, konsultasi, penungasan, latihan, ujian, dan kegiatan
pembelajaran lainnya sepenuhnya disampaikan melalui internet. Dengan kata lain
model ini menggunakan sistem jarak jauh.
b. Web
Centric Course adalah penggunaan internet yang memadukan antara belajar
jarak jauh dan tatap muka (konvensional). Sebagian materi disampiakan melalui
internet, dan sebagaian lagi melalui tatap muka. Fungsinya saling melengkapi.
Dalam model ini dosen bisa memberikan petunjuk pada mahasiswa untuk mempelajari
materi perkuliahan melalui web yang telah dibuatnya. Mahasiswa juga diberikan
arahan untuk mencari sumber lain dari situs- situs yang relevan. Dalam tatap
muka, mahasiswa dan dosen lebih banyak diskusi tentang temuan materi yang telah
dipelajari melalui intenet tersebut.
c. Web Enhanced Course adalah pemanfaatan internet untuk menunjang
peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan di kelas. Fungsi internet
adalah untuk memberikan pengayaan dan komunikasi antara mahasiswa dengan dosen,
sesame mahasiswa, anggota kelompok, atau mahasiswa dengan nara sumber
lain. Oleh karena itu, peran dosen dalam hal ini dituntu untuk menguasai
teknik mencari informasi di internet, membimbing mahasiswa mencari dan
menemukan situs-situs yang menarik dan diminati, melayani bimbingan dan
komunikasi melalui internet, dan kecakapan lain yang diperlukan.
13. Kelebihan dan Kekurangan E-Learning
Petunjuk tentang manfaat penggunaan internet, khusunya
dalam pendidikan jarak jauh ( soekartawi, 2002; mulvihil, 1997; Utarini, 1997),
antara lain :
a. Tersedianya
fasilitas e-moderating di mana guru
dan siswa dapat berkomunikasi secara mudh melalui fasilitas internet secara
regular atau kapan sja kegiatan berkomunikasi itu dilakukan dengan tanpa
dibatasi oleh jarak, tempat, dan waktu.
b. Guru dan siswa dapat menggunakan
bahan ajar atau petunjuk ajar atau petunjuk belajar yang terstruktur dan
terjadwal melalui internet, sehingga keduanya bisa saling menilai sampai berapa
jauh bahan jar yang dipelajari.
c. Siswa dapat
belajar atau me-review bahan perkuliahan setiap saat dan di mana saja kalau
diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di computer.
d. Bila siswa
memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan bagan yang dipelajarinya,
ia dapat melakukan akses di internet secara lebih mudah.
e. Baik guru maupun siswa dapat
melakukan diskusi melalui internet yang dapat diikuti dengan jumlah peserta
yang banyak, sehingga menambah wawasan yang lebih luas.
f. Berubahnya peran
siswa dari yng biasanya pasif menjadi aktif dan lebih mandiri.
g. Relatifnya lebih
efisien, misalnya bagi mereka yang tinggal jauh darisekolah atau perguruan
tinggi.
Walaupun
demikian, pemanfaatan internet untuk pembelajaran atau e-learning juga tidak
terlepas dari berbagai kekurangan. Baerbagai kritik (Bullen, 2001, Beam, 1997),
antara lain :
a. Kurangnya interaksi
antara guru dan siswa atau bahkan antar siswa itu sendiri.
b. Kecenderungan
mengabaikan aspek psikomotorik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong
tumbuhnya aspek komersial.
c. Proses
pembelajaran cenderung ke arah pelatihan dari pada pendidikan.
d. Berubahnya peran
guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga
dituntut mengetahui teknik pembelajaran berbasis pada ICT.
e. Siswa yang tidak
mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal.
f. Tidak semua
tempat tersedia fasilitas internet atau jaringan.
g. Kurangnya tenaga
yang mengetahui dan memiliki keterampilan mengoperasikan internet.
h. urangnya
personal dalam hal penguasaan bahasa pemrograman computer.
BAB III
PENUTUP
1.
KESIMPULAN
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran dapat meningkatkan
kualitas pembelajaran. Dengan terbukanya Pembelajaran berbasis web merupakan suatu pembelajaran
yang bisa diakses melalui jaringan internet. Pembelajaran berbasis web yang
popular dengan sebutan web-based traning (WBT) atau kadang juga disebut web
based education (WBE) dapat didefinisikan sebagai aplikasi teknologi web
dalam dunia pembelajaran untuk sebuah proses pendidikan. Dengan adanya pembelajran berbasis WEB
pendidik dan peserta didik dapat mengakses informasi
secara luas.
DAFTAR PUSTAKA
Mukhtar dan
Iskandar . 2012. Desain Pembelajaran Berbasis TIK. Jakarata: Referensi
Rusman. 2011. Model-Model Pembelajaran. Jakarta : Rajawali Pers
Rusman
. 2012. Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer. Bandung : Alfabeta
Munir . 2010. Kurikulum
Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung : Alfabeta
Tim
E-Media Solusindo, Membengun Komunitas Onlin.
Rusman dan Deni Kurniawan.
Pembelajarn Berbasis Teknologi Informas.
http://www.kamusilmiah.com/it/sejarah-world-wide-web
[1] http://www.kamusilmiah.com/it/sejarah-world-wide-web
[2] Tim E-Media Solusindo, Membengun Komunitas Onlin, h. 15
[3] Mukhtar dan Iskandar, Desain Pembelajaran Berbasis TIK, (Jakarata: Referensi, 2012), h.18
[4] Rusman, Model-Model Pembelajaran (Jakarta : Rajawali Pers, 2011), h.335
[5] Rusman dan Deni Kurniawan, Pembelajarn Berbasis Teknologi Informasim h. 286
[6] Rusman, Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer, (Bandung : Alfabeta, 2012), h.295
[7] Rusman dan Deni Kurniawan, Pembelajarn Berbasis Teknologi Informasi, Ibid, h. 286
[8] Ibid., hal. 299
[9] Ibid., hal.302
[10] Ibid., hal.304
[11] Ibid,. Hal. 305
[12] Munir, Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, (Bandung : Alfabeta, 2010), h. 44
[13] Ibid.,
[14] Rusman, Pemanfaatan Internet dalam pembelajaran, Hal. 1
[15] Ibid., Hal 2-3
[16] Ibid,. 5-6
[17] Ibid,. Hal 5-9
No comments:
Post a Comment