Tuesday, June 30, 2020

Belajar dan Pembelajaran Web

Pembelajaran Berbasis Web (E-Learning)

 

Junaidi

Universitas Ibrahimy Sukorejo Situbondo

Email: junaidi.elang@gmail.com

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.    Latar Belakang

Secara terminologi, website adalah kumpulan dari halaman- halaman situs, yang terangkum dalam sebuah domain atau subdomain, yang tempatnya berada di dalam World Wide Web ( WWW ) di dalam Internet.[1] Web merupakan kumpulan-kumpulan dokumen yang banyak tersebar di beberapa komputer server yang berada di seluruh penjuru dunia dan terhubung menjadi satu jaringan melalui jaringan yang disebut internet. Hampir 80% layanan internet adalah website.

Faktor utama yang yang membuat website begitu cepat berkembang adalah karena penyebaran informasi melalui website sangat cepat dan mencakup area yang luas (mendunia), tidak dibatasi oleh jarak dan waktu, Disamping itu, saat ini juga lagi tren pembuatan website pribadi atau blog.

Perkembangan yang sangat pesat telah membuat dunia baru yang kita sering sebut dengan dunia maya. Melalui dunia maya kita dapat melakukan aktifitas apa saja layaknya seperti dunia nyata yang kita hadapi sehari-hari. Misalnya jika kita hendak membeli sesuatu, kita bisa mengakses website e- commerce kemudian melakukan transaksi jual beli secara online dan barang yang kita beli akan sampai di rumah kita.

Begitu juga halnya, kalau ingin kuliah, kita tinggal mendaftar pada website-website yang menyediakan jasa e-learning. Proses perkuliahannya dapat dilakukan secara online walaupun dibatasi oleh jarak. Bahkan dengan adanya website kita bisa memesan tiket pesawat, pesan makanan, transaksi isebut website.[2]

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat, website juga mengalami perkembangan yang sangat berarti.[3] Dalam pengelompokan jenis website lebih diarahkan pada fungsi, sifat dan bahasa pemograman yang digunakan.

2.    Rumusan Masalah

Permasalahan di sini penulis akan membahas tentang:

a.    Konsep Pembelajaran Berbasis Web

b.    Fungsi dan Manfaat Pembelajaran Berbasis

c.    Memilih Metode Pembelajaran Berbasis yang Sesuai

d.   Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Berbasis

e.    Metode Blended Learning dalam Pembelajaran Berbasis

f.     Prinsip-prinsip Pembelajaran Berbasis

g.    Pemanfaatan Internet dalam Pembelajaran

h.    Internet sebagai Sumber Belajar

i.      Jenis-jenis Pemanfaatan Internet

j.      Interaksi Tatap Muka dan Virtual

k.    Teknologi Pendukung E-Learning

l.      Pengembangan Model E-Learning

m.  Kelebihan dan Kekurangan E-Learning

3.    Tujuan Materi

Makalah ini ditulis dengan tujuan dan harapan agar :

a.    Mengetahui tentang Konsep Pembelajaran Berbasis Web

b.    Mengetahui tentang Fungsi dan Manfaat Pembelajaran Berbasis

c.    Mengetahui tentang Memilih Metode Pembelajaran Berbasis yang Sesuai

d.   Mengetahui tentang Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Berbasis

e.    Mengetahui tentang Metode Blended Learning dalam Pembelajaran Berbasis

f.     Mengetahui tentang Prinsip-prinsip Pembelajaran Berbasis

g.    Mengetahui tentang Pemanfaatan Internet dalam Pembelajaran

h.    Mengetahui tentang Internet sebagai Sumber Belajar

i.      Mengetahui tentang Jenis-jenis Pemanfaatan Internet

j.      Mengetahui tentang Interaksi Tatap Muka dan Virtual

k.    Mengetahui tentang Teknologi Pendukung E-Learning

l.      Mengetahui tentang Pengembangan Model E-Learning

m.  Mengetahui tentang Kelebihan dan Kekurangan E-Learning

BAB II

PEMBAHASAN

 

1.    Konsep Pembelajaran Berbasis Web

Pembelajaran berbasis web merupakan suatu pembelajaran yang bisa diakses melalui jaringan internet. Pembelajaran berbasis web yang popular dengan sebutan web-based traning (WBT) atau kadang juga disebut web based education (WBE) dapat didefinisikan sebagai aplikasi teknologi web dalam dunia pembelajaran untuk sebuah proses pendidikan.[4]Secara sederhana dapat dikatakan bahwa semua pembelajaran yang memanfaatkan teknologi internet dan selama proses belajar dirasakan terjadi oleh yang mengikutinya maka kegiatan itu dapat disebut sabagai pemeblajaran berbasis web.

Yang ditawarkan dalam pembelajaran berbasis web adalah kecepatan dan tidak terbatasnya pada ruang dan waktu untuk mengakses informasi. Kegiatan belajar dapat dengan mudah dilakukan oleh peserta didik kapan saja dan dimana. Selama komputer saling terhubung dengan jaringan internet akan memberikan kemudahan bagi siapa saja untuk mendapatkan informasi.[5]

Cara belajar melalui web syarat utama yang harus dipenuhi yaitu adanya akses dengan sumber informasi melalui internet. Selanjutnya adanya informasi tentang dimana letak sumber informasi yang ingin kita dapatkan. Ada beberapa sumber data yang dapat diakses dengan bebas dan gratis, tanpa proses administrasi pengaksesan yang rumit. Ada beberapa sumber informasi yang hanya diakses oleh pihak yang memang telah diberi otorisasi pemilik sumber informasi.

Mewujudkan pembelajaran berbasis web bukan sekedar meletakkan materi belajar pada web kemudian diakses melalui komputer, web digunakan bukan hanya sebagai media alternative pengganti kertas untuk menyimpan berbagai dokumen atau informasi. Web digunakan untuk mendapatkan sisi unggul yang tidak dimiliki kertas maupun yang lain.

Pembelajaran berbasis web itu unik tapi serius. Yang dimaksud serius disini adalah merancang sampai dengan mengimplementasikan pembelajarn berbasis web tidak semudah yang dibayangkan. Selain infrastruktur internet, Pembelajaran berbasis web memerlukan sebuah model instruktur yang memang dirancang khusus untuk keperluan pembelajaran. Model intruksional merupakan komponen vital yang menentukan keefektifan proses belajar. Adapun model intruksional yang dirancang, interaktivitas antara peserta didik, guru, pihak pendukung dan materi belajar harus mendapatkan perhatian khusus. [6]

Monitoring proses pembelajaran berbasis web lebih sulit dari pada diruang kelas. Menyediakan bahan ajar online tidak cukup. Diperlukan sebuah desain instruksional sebagai model belajar yang mengundang sejumlah (sama banyaknya dengan kegiatan di ruang kelas) peserta didik untuk terlibat dalam berbagai kegiatan belajar.

Satu hal yang perlu diingat bagaimana teknologi web ini dapat membantu proses belajar. Untuk kepentingan ini materi belajar perlu dikemas berbeda dengan penyampaian yang berbeda pula.

 

2.    Fungsi dan Manfaat Pembelajaran Berbasis

Kruse (dalam Rusman, 2009:117) dalam salah satu tulisannya yang berjudul “using the web for learning” yang dimuat dalam dalam situs www.elearningguru.com mengemukakan bahwa pembelajaran berbasis web sering kali memiliki manfaat yang banyak bagi peserta didiknya. Bila dirancang dengan baik dan tepat, maka pembelajaran berbasis web bisa menjadi pembelajaran yang menyenangkan, memiliki unsur interaktivitas yang tinggi menyebabkan peserta didik mengingat lebih banyak materi pelajaran serta mengurangi biaya-biaya operasional yang biasanya dikeluarkan oleh peserta didik untuk mengikuti pembelajaran (contohnya uang jajan/ biaya transportasi sekolah).

Dikarenakan sifatnya yang maya/virtual, pembelajaran dianggap telah memberikan flexibilitas terhadap kegiatan pengaksesan materi pembelajaran. Pengantar materi pembelajaran tidak lagi tergantung pada medium fisik seperti buku pembelajaran cetak atau CD-ROM. Materi pembelajaran kini terbentuk data digital yang bisa di decode (diuraikan) melaui perangkat elektronik  seperti  komputer,  smartphone,  telepon  seluler  atau  piranti elektronik lainnya.[7]

 

 

 

3.    Memilih Metode Pembelajaran Berbasis yang Sesuai

Terdapat berbagai macam pembagian pembelajaran berbasis web. Driscoll (Hutagalung,2009:26). Dalam bukunya, Web Based Training Creating e-learning Experience, membagi pembelajaran berbasisi web menjadi empat jenis. Ada dua langkah yang harus dilakukan untuk menentukan metode pembelajaran berbasis web jenis apa yang cocok untuk diterapkan dalam suatu kondisi pembelajaran.

Langkah pertama adalah menentukan terlebih dahulu tipe pembelajaran yang akan disampaikan. Analisis kebutuhan dilakukan pada langkah ini, untuk menentukan ranah mana yang akan disentuh dalam oleh proses pembelajaran ini, apakah kognitif, psikomotor atau afektif.dalam proses pembelajaran web ini mengelompokkan tujun pembelajaran atau pelatihan sehingga pengembangan program dapat mengetahui jenis kemampuan kognitif masing-masing membutuhkan penyampaian informasi, latihan, dan penilaian yang berbeda.

Langkah kedua dari pemilihan proses pembelajaran , adalah memilih tipe pembelajaran berbasis web yang paling penting tepat sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Untuk memilihi tipe pembelajaran berbasisi web mana yang paling tepat, pertama tentukan ranah pembelajaran yang pling merepresentasikan tujuan yaitu, kognitif, tentukan tingkat kemmpuan kognitif dan lihat, apakah termaksud permasalahan belajar highly structured atau ill-structured.

Pada akhirnya review keempat jenis pembelajaran berbasis web tersebut dan pilih berdasarkan ranah pembelajaranan tujuan dari pembelajaran dan tujuan dari pembelajaran yang akan disamapaikan.

4.    Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Berbasis

Sebagai media pembelajaran pada umunya, pembelajaran berbasis web juga memiliki berbagai kelebihan dan kekurangan:[8]

  1. Kelebihan Pembelajaran Berbasis Web

1)      Memungkinkan setiap orang dimanapun, kapanpun, untuk mempelajari apapun.

2)      Pebelajar dapat belajar sesuai dengan karakteristik dan langkahnya dirinya sendiri karena pembelajaran berbasis web membuat pembelajaran menjadi bersifat individual.

3)      Kemampuan untuk membuat tautan (link), sehingga pebelajar dapat mengakses informasi dari berbagai sumber, baik di dalam maupun luar lingkungan belajar.

4)      Sangat potensial sebagai sumber belajar bagi pebelajar yang tidak memiliki cukup waktu untuk belajar.

5)      Dapat mendorong pebelajar untuk lebih aktif dan mandiri di dalam belajar.

6)      Menyediakan sumber belajar tambahan yang dapat digunakan untuk memperkaya materi pembelajaran.

7)      Menyediakan sumber belajar tambahan yang dapat digunakan untuk mencari informasi yang mereka butuhkan .

8)      Isi dan materi pelajaran dapat di-update dengan mudah.

 

  1. Kekurangan Pembelajaran Berbasis Web [9]

1)   Keberhasilan pembelajaran berbasis web bergantung pada kemndirian dan motivasi pembelajar.

2)   Akses untuk mengikuti pembelajaran untuk dengan menggunakan web seringkali menjadi masalah bagi pembelajar.

3)   Pebelajar dapat merasa bosan dan jenuh jika mereka tidak bisa mengakses informasi, dikarenakan tidak terdapatnya peralatan yang memadai dan bandwidth yang cukup.

4)   Dibutuhkan panduan bagi pebelajar untuk mencari informasi yang elevan, karena informasi yang terdapat di dalam web sangat beragam.

5)   Dengan menggunkan pembelajaran berbasis web, pebelajar terkadang merasa terisolasi, terutama jika terdapat keterbatasan dala fasilitas komunikasi.

 

5.    Metode Blended Learning dalam Pembelajaran Berbasis

Blended Learning adalah [10]proses mempersatukan beragam metode belajar yang dapat dicapai dengan menggabungkan sumber-sumber virtual dan fisik. Driscoll mendevinisikan: blended learning mengintegrasikan atau menggabungkan program belajar dalam format yang berbeda dalam mencapai tujuan umum. Blended learning merupakan sebuah kombinasi dari berbagai pendekatan di dalam pembelajaran. Sehingga dapat dinyatakan bahwa blended learning adalah metode belajar yang menggabungkan dua atau lebih metode pendekatan dalam pembelajaran untuk mencapai tujuan dari proses pembelajaran tersebut. Salah satu contohnya adalah kombinasi penggunaan pembelajaran berbasis web dan penggunaan metode tatap muka yang dilakukan secara bersamaan didalam pembelajaran. Istilah blended learning juga dikenal dengan sebutan hybrid learning dan mixed leraning.

Pada umumnya blended learning dikenal sebagai pengintegrasian program belajar online dengan kelas konvensional, padahal sesungguhnya blended learning lebih luas dari pada itu. Menurut Driscoll, blended learning juga bisa berupa pengintegrasian materi dalam format yang berbeda. Misalnya suatu program blended learning dimulai dengan penyampaian materi dalam format yang berbeda. Misalnya suatu program blended learning dimulai dari penyampaian materi prerequisite secara asynchronous, kemudian penyampaian materi berikutnya dilakukan melalui kelas virtual. Driscoll mereview hasil penelitian yang dilakukan Rosset, Douglis, dan Frazee, mereka melihat bahwa semua dapat dipadukan dalam blended learning, apakah itu kelas konvensional dengan e-learaning, dua jenis e-learning, atau dua jenis atau pembelajaran off-line. Mereka menunujukkan bahwa program blended learning mamadukan materi yang disampaikan dalam kelas tradisional kelas virtual synchronous dan pembelajaran asynchronous.

Metode blended learning memberi kesempatan bagi peserta pembelajaran online, salah satunya, untuk bertatap muka. Metode blended learning yang demikian banyak diterapkan utamanya ketika kompetensi yang hendak dicapai adalah keterampilan (psikomotorik) tertentu. Metode ini juga memberikan rasa keterikatan pebelajar akan apa yang sedang dipelajarinya. Walaupun online learning memberikan kemudahan bagi para pebelajar untuk mengikuti pembelajaran dimana saja dan kapan saja, pebelajar, sebagai manusia tetap memiliki keinginan untuk berada dalam satu komunitas (dalam hal komunitas belajar) yang sesungguhnya, dan hal ini dipandang penting dalam pembelajaran. Selain itu, sosok pengajar walau tidak dominan seperti dalam paradigm mengajar tetap diperlukan untuk pembinaan perilaku atau sikap yang berorientasi pada norma masyarakat.

 

6.    Prinsip-prinsip Pembelajaran Berbasis

Pembelajaran berbasis web dibangun melalui beberapa prinsip yang berperan dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran ini pada tahap implementasi. Hal ini membuat pembelajaran berbasis web ini efektif pada dasarnya bergantung pada pandangan dari pemegang kepentingan. Oleh karena itu sulit menentukan prinsip utama yang setidaknya harus ada dalam pembelajaran berbasis web diantaranya:[11]

a.    Interaksi

Interaksi berarti kapasitas komunikasi dengan orang lain yang tertarik pada topik yang sama atau menggunakan pembelajaran berbasis web yang sama. Dalam lingkungan belajar, interaksi berarti kapasistas berbicara baik antar peserta, maupun antara peserta dengan instruktur. Interaksi membedakan antara pembelajaran berbasis web dengan pembelajaran berbasis komputer (Computer-Based Instruction). Hal ini berarti bahwa mereka yang terlibat dalam pembelajaran berbasis web tidak berkomunikasi dengan mesin, melainkan dengan orang lain (baik peserta maupun tutor) yang kemungkinan tidak berada pada lokasi bahkan waktu yang sama.

Interaksi tidak hanya menyediakan hubungan antar manusia, tetapi menyediakan keterhubungan isi, dimana setiap orang dapat membantu antara satu dengan yang lainnya untuk memahami isi materi dengan berkomunikasi. Hal tersebut menciptakan lapisan belajar terdalam yang tidak bisa diciptakan oleh pengembangan media.

b.    Ketergunaan

Ketergantungan yang dimaksud disini adalah bagaimana siswa mudah menggunakan web. Terdapat dua element penting dalam prinsip ketergunaan ini, yaitu konsistensi dan keserhanaan. Intinya adalah bagaimana perkembangan pembelajaran berbasis web ini menciptakan lingkungan belajar yang konsisten dan sederhana, sehingga siswa tidak mengalami kesulitan baik dalam proses pembelajaran maupun navigasi konten (materi dan aktivitas belajar lain).

c.    Relevansi

Relevansi diperoleh melalui ketepatan dan kemudahan. Setiap informasi dalam web hendaknya dibuat sangat spesifik untuk meningkatkan pemahaman pebelajar dan menghindari bias. Menempatkan konten yang relevan dalam konteks yang tepat pada waktu yang tepat adalah bentuk seni tersendiri dan sedikit mengembangkan e-learning yang berhasil melalukan kombinasi ini. Hal ini melibatkan aspek keefektifan desain konten  serta  kedinamisan  pencarian  dan  penempatan  konten (materi).

Jadi prinsip utama dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis web adalah harus adanya interaksi atau komunikasi antar peserta, maupun instruktur dalam lingkungan belajar yang menggunakan pembelajaran berbasis web yang sama. Kemudian harus ada ketergunaan yaitu bagaimana perkembangan pembelajaran berbasis web ini menciptakan lingkungan belajar yang konsisten dan sederhana, sehingga siswa tidak mengalami kesulitan baik dalam proses pembelajaran. Dan juga harus ada relevansi setiap informasi yang spesifik untuk meningkatkan pemahaman pebelajar dan menghindari bias.

Selain prinsip di atas, pembelajaran berbasis web memerlukan kerja sama banyak orang dalam merefleksikan banyak kemungkinan skenario desain. Dalam pengajaran ini merupakan bagian penting dari tim pengembangan. Beberapa langkah yang harus diperhatiakn oleh pengajar dalam hal ini, diantaranya:[12]

1)   Pengajar harus secara aktif terlibat dengan proses pendidikan dan harus memahami kebutuhan dan harapan peserta didik.

2)   Pengajaran harus berkolaborasi dengan peserta didik untuk mengumpulkan ide-ide mereka tentang apa yang seharusnya tercakup dalam pelajaran atau kurikulum online.

3)   Pengajar harus sangat akrab dengan bidang-bidang utama persoalan yang diajarkan agar relevan.

4)   Pengajaran harus mempunyai ide yang baik yang menjadi keunggulan setiap pelajaran dalam keseluruhan perencanaan kurukulum, informasi dan aktivitas keterampilan yang tercakup dalam struktur tertentu.

5)   Pengajaran juga akan memehami bagaimana pembelajaran yang layak secara individual. Kapan suatu pelajaran itu perlu dikembangkan sebagai perubahan keseluruhan kurikulum terhadap arah baru atau perluasan yang mempertemukan tuntutan baru. Pengajar punya perasaan yang baik tentang pengajaran individual yang mana perlu dikembangkan, dan dimana yang perlu dimodivikasi dari seluruh kurikulum.

Peserta didik dalam lingkungan akademik online harus dapat berfikir secara kritis, tidak semata-mata mengingat informasi, melainkan juga dapat menerapkan pengetahuan mereka pada situasi baru. Cara mendesain kurikulum dan mata pelajaran yang harus merefleksikan kemajuan peserta didik melaui serangkaian kegiatan yang cermat untuk menciptakan dan mengawasi pengalaman belajar.

Untuk mendidik yang berhasil, peserta didik harus disiapkan pada kegiatan online. Membantu peserta didik menggunakan teknologi penemuan dalam mata pelajaran online dan sosialisasi peserta didik pada pekerjaan yang lainnya  melaui  internet  dan  komponen  penting    bagi  keberhasilan.

Pembelajaran berbasis web yang efektif meliputi kelas-kelas atau paling tidak modul-modul yang membantu peserta didik yang menyesuaikan diri pada pendidikan yang memnafaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang elektronik.

Mata pelajaran online dapat meningkatkan partisipasi semua peserta didik. Selama proses pembelajaran, misalnya semua peserta didik didorong untuk berpartisipasi. Setiap orang mempunyai kesempatan menjadi pendengar. Kegiatan ini akan dirasakan sulit jika belajar di kelas saja.[13]

Keberhasilan sebuah proses pembelajaran tergantung pada keefektifan peralatan teknis yang digunakannya dalam menampilkan materi pembelajaran. Para peserta didik sering menilai proses pembelajaran berhubungan dengan kesenangan dirinya dengan peralatan yang digunakannya dan kemampuan pengajar membantu mereka untuk belajar lebih mudah.

 

7.    Pemanfaatan Internet dalam Pembelajaran

Internet, singkatan dari interconection and networking, adalah jaringan informasi global, yaitu “The largest global network of computers, that enables people throughout the world to connect with each other¨. Internet diluncurkan pertama kali oleh J.C.R. Licklider dari MIT (Massachusetts Institute Technology) pada bulan Agustus 1962. Untuk dapat menggunakan internet diperlukan sebuah komputer yang memadai, harddisk yang cukup, modem (berkecepatan minimal 14.400), sambungan telepon (multifungsi: telepon, faksimile, dan internet), ada program Windows, dan sedikit banyak tahu cara mengoperasikannya.[14]

Pemanfaatan        internet            sebagai            media  pembelajaran   memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut :[15]

a.Dimungkinkan terjadinya distribusi pendidikan ke semua penjuru tanah air dan kapasitas daya tampung yang tidak terbatas karena tidak memerlukan ruang kelas.

b.     Proses pembelajaran tidak terbatas oleh waktu seperti halnya tatap muka biasa.

c.      Pembelajaran dapat memilih topik atau bahan ajar yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masing-masing.

d.     Lama waktu belajar juga tergantung pada kemampuan masing-masing siswa.

e.     Adanya keakuratan dan kekinian materi pembelajaran.

f.       Pembelajaran dapat dilakukan secara interaktif, sehingga menarik siswa; dan memungkinkan pihak berkepentingan (orang tua siswa maupun guru) dapat turut serta menyukseskan proses pembelajaran, dengan cara mengecek tugas-tugas yang dikerjakan siswa secara on- line.

 

8.    Internet sebagai Sumber Belajar

Perananan internet dalam organisasi sangat menguntungkan karena kemampuannya dalam mengolah data dengan jumlah yang sangat besar. Teknologi informasi sudah mejadi jaringan komputer terbesar di dunia, yang dapat berfungsi dengan baik jika didukung oleh perangkat komputer dengan perangkat lunak yang baik, dan dengan guru yang terlatih baik. Menggunakan internet dengan segala fasilitasnya akan memberikan kemudahan untuk mengakses berbagai informasi untuk pendidikan yang secara langsung dapat meningkatkan pengetahuan siswa bagi keberhasilannya dalam belajar. Karena Internet merupakan sumber data utama dan pengetahuan. Melalui teknologi ini kita dapat melakukan diantaranya untuk :[16]

a.    penelusuran dan pencarian bahan pustaka.

b.    membangun Program Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) untuk memodelkan sebuah rencana pembelajaran.

c.    memberi kemudahan untuk mengakses apa yang disebut dengan virtual clasroom ataupun virual university.

d.   pemasaran dan promosi hasil karya penelitian

Kegunaan-kegunaan seperti di atas itu dapat diperluas bergantung kepada peralatan komputer yang dimiliki jaringan dan fasilitas telepon yang tersedia dan provider yang bertanggung jawab untuk tetap terpeliharanya penggunaan jaringan komunikasi dan informasi tersebut. Dari waktu kewaktu jika dilihat dari jumlah pemakaian yang makin meningkat secara eksponensial setiap tahunnya memungkinkan fasilitas yang pada mulanya hanya dapat dinikmati segelintir orang, dan sekelompok kecil sekolah terkemuka dengan biaya operasional yang tinggi, kedepan besar kemungkinan biaya yang besar itu akan dapat ditekan sehingga pemanfaatannya benar-benar dapat menjadi penunjang utama bagi pengelolaan pendidikan khususnya bagi pendidikan di daerah.

 

9.    Jenis Pemanfaatan Internet

a.  Pembelajaran berbasis web[17]

Pembelajaran berbasis web yang populer dengan sebutan web-based training (WBT) atau kadang disebut web-based education (WBE) dapat didefinisikan sebagai aplikasi teknoloogi web dalam dunia pembelajaran untuk sebuah proses pendidikan. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa semua pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi internet dan  selama proses belajar dirasakan terjadi oleh yang mengikutinya maka kegiatan itu dapat disebut sebagai pembelajaran berbasis web.

Kemudian yang ditawarkan oleh teknologi ini adalah kecepatan dan tidak terbatasnya pada tempat dan waktu untuk mrngakses informasi. Kegiatan belajar dapat dengan mudah dilakukan oleh peserta didik kapan saja dan di mana saja dirasakan aman oleh peserta didik tersebut. Batas ruang, jarak dan waktu tidak lagi menjadi masalah yang rumit untuk dipecahkan.

Bagaimana cara belajar melalui web? Ada persyartan utama yang perlu dipenuh yaitu adanya akses dengan sumber informasi melalui interet. Selanjutnya adanya informasi tentang di mana letak sumber  informasi yang ingin kita dapatkan berada. Ada beberapa sumber data yang dapat diakses dengan bebas dan gratis, tanpa proses adninistrasi pengaksesan yang rumit. Ada beberapa sumber informasi yang hanya dapat diakses oleh pihak yang memang telah diberi otorisasi pemilik sumber informasi.

Teknologi internet memberikan kemudahan bagi siapa saja untuk mendapatkan informasi apa saja dari mana saja dan kapan saja dengan mudah dan cepat. Informasi yang tersedia diberbagai pusat data diberbagai komputer di dunia. Selama komputer-komputer tersebut saling terhubung dalam jaringan internet, dapat kita akses dari mana saja. Ini merupakan salah satu keuntungan belajar melalui internet.

Mewujudkan pembelajaran berbasis web bukan sekedar meletakan materi belajar pada web untuk kemudian diakses melalui komputer web digunakan bukan hanya sebagai media alternatif pengganti kertas untuk menyimpan berbagai dokumentasi atau informasi. Web digunakan untuk mendapatkan sisi unggul yang tadi telah diungkap. Keunggulan yang tidak dimiliki media kertas ataupun media lain.

Pada sub-bab judul sengaja dikatakan pembelajaran berbasis web  itu unik tapi serius. Kata serius dipakai untuk mengungkapkan bahwa merancang sampai dengan mengimplementasikan pembelajaran berbasis  web tidak semudah yang dibayangkan. Selain infrastruktur internet, pembelajaran berbasis web memerlukan sebuah model instruksional yang memang dirancang khusus untuk keperluan itu. Sebuah model instruksional merupakan komponen vital yang menentukan keefektifan proses belajar. Apapun model instruksional yang dirancang, interaktivitas antara peserta didik, guru, pihak pendukung dan materi belajar harus mendapatkan perhatian khusuus. Ini bukan merupakan pekerjaan yang mudah.

Banyak pihak mencoba menggunakan teknologi web untuk pembelajaran dengan meletakan materi belajar secara online, lalu menugaskan peserta didik untuk mendaptkan (dowenloading) materi belajar itu sebagai tugas baca. Setelah itu mereka diminta untuk mengumpulkan laporan, tugas dan lain sebagainya kembali ke guru juga melalui internet. Jika ini dilakukan tentunya tidaklah menimbulkan proses belajar yang optimal.

Kita dapat membayangkan suasana di ruang kelas ketika sebuah “proses belajar” sedang berlangsung. Berapa banyak diantara peserta didik aktif terlibat dalam diskusi dan sesi tanya-jawab? Apa yang mereka dilakukan di kelas? Dan tentunya masih banyak lagi pertanyaan-peranyaan lain yang sebenarnya kita sudah mengetahui jawabannya. Monitoring proses dalam pembelajaran berbasis web lebih sulit daripada di ruang kelas. Menyediakan bahan belajar online tidak cukup. Diperlukan sebuah desain instruksional sebagai model belajar yang mengundang sejumlah (sama banyaknya dengan kegiatan di ruang kelas) peserta didik unuk terlibat dalam berbagai kegiatan belajar.

Satu hal yang perlu diingat adalah bagaimana teknologi web ini dapat membantu proses belajar. Untuk kepentingan ini materi belajar perlu dikemas berbeda dengan penyampaian yang berbeda pula.

10.    Interaksi Tatap Muka dan Virtual

Ada tiga alas an mengap forum tatap muka masih dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran ini. Alasan tersebut adalah :

a.    Perlunya forum untuk menjelaskan maksdu dan mekanisme belajar yang akan dilalui bersama secara langsung dengan semua peserta didik. Keberhasilan sebuah proses pembelajaran juga ditentukan oleh pemahaman peserta didik tentang apa, mngapa, dan bagaimana proses belajar dan mengerjakan tugas akan berlangsung. Berdasarkna pengalaman menjelaskan maksud dan mekanisme belajar merupakan langkah awal yang sangat vital. Kelancaran proses belajar selanjutnya sangat ditentukan pada tahapan ini.

b.    Perlunya memberikn pemahaman sekaligus pengalaman belajar dengan mengerjakan tugas secara kelompok dan kolaboratif pada setia peserta didik. Karena model pembelajaran yang dirancang menuntut kerja kelompok maka peserta didik perlu memiliki kompetensi dan komunikasi. Iklim partisipatoris dan aktif terlibat dalam berbagai kegiatan perlu dikenalkan sekaligus dialami oleh setiap siswa. Untuk itu mengenal pribadi satu dengan yang lain perlu dilakukan secara langsung guna membangun suatu kelompok yang kokoh selama kerja secara virtual selanjutnya.

c.    Perlunya pemberian pelatihan secukupnya dalam menggunakan computer yang akan digunakan sebagai media komunikasi berbasis web kepada setiap peserta didik. Dengan menyeratkan berbagai kegiatan computer besrta fasilitas sistem komunikasi pendukungnya, maka setiap peserta didik harus mempunyai keterampilan mengoperasikannya. Kekurang pahaman dalam kemungkinana rendahnya partisipasi mereka dalam berbagai kegiatan diskusi virtual selanjutnya.

11.    Teknologi Pendukung E-Learning

Dalam prakteknya e-learning memerlukan bantuan teknologi. Karena itu dikenal istilah: computer based learning (CBL) yaitu pembelajaran yang sepenuhnya menggunakan computer; dan computer assisted learning (CAL) yaitu pembelajaran yang menggunakan alat bantu utama computer. Teknologi pembelajaran terus berkembang. Namun pada prinsipnya teknologi tersebut dapat dikelompokkan menjadi uda, yaitu : teknologi based learning dan teknologi based web-learning. Teknologi based learning ini pada prinsipny terdiri dari Audio Information Technologies (radio, audio, tape, voice mail, telephone) dan video information technologies 9video tape, video text, video massaging). Sedangkan technology based web learning pada dasarnya adalah data Information technologies (bulletin board, Internet, e-mai.

12.    Pengembangan Model E-Learning

Haughey (Rusman,2007) tentang pengembangan e-learning. Menurutnya ada tiga kemungkinana dalam pengembangan sistem pembelajaran berbasis internet, yaitu :

a.    Web Course adalah penggunaan internet untuk keperluan pendidikan, yang mana  mahasiswa dan dosen sepenuhnya terpisah dan tidak diperlukn adanya tatap muka. Seluruh bahan ajar, diskusi, konsultasi, penungasan, latihan, ujian, dan kegiatan pembelajaran lainnya sepenuhnya disampaikan melalui internet. Dengan kata lain model ini menggunakan sistem jarak jauh.

b.     Web Centric Course adalah penggunaan internet yang memadukan antara belajar jarak jauh dan tatap muka (konvensional). Sebagian materi disampiakan melalui internet, dan sebagaian lagi melalui tatap muka. Fungsinya saling melengkapi. Dalam model ini dosen bisa memberikan petunjuk pada mahasiswa untuk mempelajari materi perkuliahan melalui web yang telah dibuatnya. Mahasiswa juga diberikan arahan untuk mencari sumber lain dari situs- situs yang relevan. Dalam tatap muka, mahasiswa dan dosen lebih banyak diskusi tentang temuan materi yang telah dipelajari melalui intenet tersebut.

c.    Web Enhanced Course adalah pemanfaatan internet untuk menunjang peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan di kelas. Fungsi internet adalah untuk memberikan pengayaan dan komunikasi antara mahasiswa dengan dosen, sesame mahasiswa, anggota kelompok, atau mahasiswa dengan nara sumber lain.  Oleh karena itu, peran dosen dalam hal ini dituntu untuk menguasai teknik mencari informasi di internet, membimbing mahasiswa mencari dan menemukan situs-situs yang menarik dan diminati, melayani bimbingan dan komunikasi melalui internet, dan kecakapan lain yang diperlukan.

13.    Kelebihan dan Kekurangan E-Learning

Petunjuk tentang manfaat penggunaan internet, khusunya dalam pendidikan jarak jauh ( soekartawi, 2002; mulvihil, 1997; Utarini, 1997), antara lain :

a.  Tersedianya fasilitas e-moderating di mana guru dan siswa dapat berkomunikasi secara mudh melalui fasilitas internet secara regular atau kapan sja kegiatan berkomunikasi itu dilakukan dengan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat, dan waktu.

b.  Guru dan siswa dapat menggunakan bahan ajar atau petunjuk ajar atau petunjuk belajar yang terstruktur dan terjadwal melalui internet, sehingga keduanya bisa saling menilai sampai berapa jauh bahan jar yang dipelajari.

c.  Siswa dapat belajar atau me-review bahan perkuliahan setiap saat dan di mana saja kalau diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di computer.

d. Bila siswa memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan bagan yang dipelajarinya, ia dapat melakukan akses di internet secara lebih mudah.

e.  Baik guru maupun siswa dapat melakukan diskusi melalui internet yang dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak, sehingga menambah wawasan yang lebih luas.

f.   Berubahnya peran siswa dari yng biasanya pasif menjadi aktif dan lebih mandiri.

g.  Relatifnya lebih efisien, misalnya bagi mereka yang tinggal jauh darisekolah atau perguruan tinggi.

Walaupun demikian, pemanfaatan internet untuk pembelajaran atau e-learning juga tidak terlepas dari berbagai kekurangan. Baerbagai kritik (Bullen, 2001, Beam, 1997), antara lain :

a.    Kurangnya interaksi antara guru dan siswa atau bahkan antar siswa itu sendiri.

b.    Kecenderungan mengabaikan aspek psikomotorik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek komersial.

c.    Proses pembelajaran cenderung ke arah pelatihan dari pada pendidikan.

d.   Berubahnya peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran berbasis pada ICT.

e.    Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal.

f.     Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet atau jaringan.

g.    Kurangnya tenaga yang mengetahui dan memiliki keterampilan mengoperasikan internet.

h.   urangnya personal dalam hal penguasaan bahasa pemrograman computer.

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

1.    KESIMPULAN

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan terbukanya Pembelajaran berbasis web merupakan suatu pembelajaran yang bisa diakses melalui jaringan internet. Pembelajaran berbasis web yang popular dengan sebutan web-based traning (WBT) atau kadang juga disebut web based education (WBE) dapat didefinisikan sebagai aplikasi teknologi web dalam dunia pembelajaran untuk sebuah proses pendidikan. Dengan adanya pembelajran berbasis WEB pendidik dan peserta didik dapat mengakses informasi secara luas.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Mukhtar dan Iskandar . 2012. Desain Pembelajaran Berbasis TIK. Jakarata: Referensi

Rusman. 2011. Model-Model Pembelajaran. Jakarta : Rajawali Pers

Rusman . 2012. Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer. Bandung : Alfabeta

Munir . 2010. Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung : Alfabeta

Tim E-Media Solusindo, Membengun Komunitas Onlin.

Rusman dan Deni Kurniawan. Pembelajarn Berbasis Teknologi Informas.

http://www.kamusilmiah.com/it/sejarah-world-wide-web

 

 



[1] http://www.kamusilmiah.com/it/sejarah-world-wide-web

[2] Tim E-Media Solusindo, Membengun Komunitas Onlin,  h. 15

[3] Mukhtar dan Iskandar, Desain Pembelajaran Berbasis TIK, (Jakarata: Referensi, 2012), h.18

[4] Rusman, Model-Model Pembelajaran (Jakarta : Rajawali Pers, 2011), h.335

[5] Rusman dan Deni Kurniawan, Pembelajarn Berbasis Teknologi Informasim h. 286

[6] Rusman, Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer, (Bandung : Alfabeta, 2012), h.295

[7] Rusman dan Deni Kurniawan, Pembelajarn Berbasis Teknologi Informasi, Ibid, h. 286

[8] Ibid., hal. 299

[9] Ibid., hal.302

[10] Ibid., hal.304

[11] Ibid,. Hal. 305

[12] Munir, Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, (Bandung : Alfabeta, 2010), h. 44

[13] Ibid.,

[14] Rusman, Pemanfaatan Internet dalam pembelajaran, Hal. 1

[15] Ibid., Hal 2-3

[16] Ibid,. 5-6

[17] Ibid,. Hal 5-9

No comments:

Post a Comment